serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Batang Moncak Pangean Kuansing Terendam Banjir

 Bantir menggenangi puluhan rumah dihuni ratusan jiwa, puluhan sawah dan permukiman masyarakat, akibat meluapnya Sungai Batang Tabalai. (Foto: Andri Satria)

Bantir menggenangi puluhan rumah dihuni ratusan jiwa, puluhan sawah dan permukiman masyarakat, akibat meluapnya Sungai Batang Tabalai. (Foto: Andri Satria)

Andri Satria

Ahad, 08 April 2018

Pangean - serantauriau.news - Curah hujan yang tinggi di Kuansing menyebabkan sebagian wilayah terendam banjir.

Salah satunya di Dusun Batang Moncak Desa Pasar Baru Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing. Sebagaimana pantauan di lapangan, Ahad (8/4/2018), sekitar 30 rumah warga yang dihuni 100 jiwa dan puluhan hektar sawah maupun kebun karet milik warga terendam. 

Curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari belakangan mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Tabalai, hingga merendam pemukiman penduduk.

Banjir tersebut juga memutus akses jalan dari Dusun Batang Moncak ke Desa Pulau Kumpai. Sehingga menyebabkan terhentinya kegiatan masyarakat dan terhambatnya perekonomian. Sebab masyarakat biasanya melewati jalan untuk menjual hasil kebun dan sawah ke pasar.

Memeng Fauzi, Kepala Dusun Batang Moncak saat berbincang dengan serantauriau.news menyebutkan, banjir yang terjadi akibat curah hujan sangat tinggi. "Bahkan air sungai sudah mencapai ketinggian 2 meter lebih. Setinggi pinggang orang dewasa, yang masuk dalam rumah warga," sebut Kadus.

"Tadi kita sudah coba konfirmasi ke Kepala Desa Pasar Baru Pangean, untuk memberi bantuan sembako paket seharga Rp30 ribu per rumah, semacam keperluan sehari-hari. Alhamdulillah, pihak desa menyanggupi dan akan kita salurkan pada siang ini juga," jelasnya.

Kadus pun berharap ada bantuan dari Bupati Kuantan Singingi H Mursini melalui Dinas Sosial. Sebab masyarakatnya membutuhkan obat-obatan selain makanan. 

Menurut Kadus lagi, jika sempat air tidak surut dan curah hujan bertambah, akan bertambah lama masyarakat merasakan banjir. "Apalagi banyak anak yang terdampak penyakit," ujarnya.

Sementara itu, Beben, salah seorang pemuda setempat mengakui bahwa warga yang terendam banjir membutuhkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan. 

"Kami berharap Dinas Sosial segera menyalurkan bantuan. Apalagi dalam keadaan seperti ini, masyarakat tidak bisa menyadap karet dan ke sawah," keluh Beben. (ANS)