Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadan 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan serta amal ibadah kita dilipatgandakan dan diterima Allah SWT. Aamiin Yra.***

Baru 16 Provinsi Penyelenggara UNBK SMA/MA yang Capai 100 Persen

(Foto: Dok Biro Komunikadi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud)

(Foto: Dok Biro Komunikadi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud)

M Iqbal Fikri

Senin, 09 April 2018

Jakarta - serantauriau.news - Sebanyak 1.812.565 atau 91 persen siswa jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di 18.353 sekolah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari ini. Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA diselenggarakan pada tanggal 9 April s.d. 12 April 2018, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran pilihan jurusan, berdasar rilis Kemendikbud (9/4)/2018).

Dari data yang masuk pada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud sampai dengan tanggal 9 Maret 2018, terdapat 16 Provinsi yang 100 persen menyelenggarakan UNBK SMA, yakni Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh, Bangka Belitung, DI. Yogyakarta, DKI. Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

Tahun ini masih terdapat 171.003 peserta atau 9 persen SMA/MA pada 2.790 sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). “Melihat pelaksanaan UNBK tahun ini, kami harapkan tahun berikutnya semua sekolah di Indonesia bisa menyelenggarakan UNBK,” tutur Daryanto, Inspektur Jenderal Kemendikbud, saat memantau pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 45, Jakarta Utara, Senin (09/04/2018).

Ia menjelaskan, UNBK dapat dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia dengan adanya kerja sama yang baik antar sekolah. “Sekolah-sekolah dapat melakukan resource sharing atau berbagi sumberdaya. Bagi yang sudah memiliki fasilitas komputer dapat meminjamkan atau bersedia menjadi tempat ujian bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer,” jelas Daryanto.

Ia berharap seluruh pelaku pendidikan, baik sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Ujian Nasional. “Khusus kepada para siswa, tetap fokus pada ujian, dan jangan percaya dengan adanya isu-isu bocornya soal UN atau adanya kunci jawaban UN,” tandasnya.(MIF)