serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Ditangkap, Kakek Predator Anak Bawah Umur

Ternyata sudah banyak kanak-kanak korban penyimpangan seksual MW. (Foto: Dok Polres Kuansing)

Ternyata sudah banyak kanak-kanak korban penyimpangan seksual MW. (Foto: Dok Polres Kuansing)

Irwan S Benai

Senin, 16 April 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Kasus penyimpangan seksual memang mengkhawatirkan banyak orang. Tentu orangtua manapun tidak mau anak-anaknya jadi korban pencabulan oleh predator anak atau yang sering disebut Pedofilia.

Sabtu (14/42018) kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Kuantan Tengah terungkap berdasarkan laporan polisi no : Lp/11/IV/2018/SekKT.

Adalah seorang kakek MW (57th) asal Desa Bandar Alai Kari dilaporkan oleh DV salah seorang orangtua korban MJK (9th). Pelaku melakukan aksinya di rumah terhadap korban dan 8 korban lainnya.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kuansing melalui Kepala Humas Polres AKP Lumban Toruan kepada media.

"Benar, laporan tersebut sudah kita terima & pelaku langsung kita amankan," ujar Lumban kepada media, Ahad  (15/4/2018) di Telukkuantan.

Ditambahkan Lumban, kejadian diketahui pada hari Sabtu 14 April 2018 sekira pukul 14.00 wib, tetangga pelapor datang ke rumah DV memberi tahu bahwa telah terjadi perbuatan cabul terhadap anaknya oleh kakek bejad MW.

Selanjutnya DV menayakan kepada anaknya, dan anaknya membenarkan kejadian yang terjadi sekitar bulan Maret 2018. MW mengajak korbannya ke rumahnya dan memaksa korban membuka celana dan melakukan perbuatan cabul. Hal ini juga dilakukan  dengan cara yang sama ke teman- teman yang lainnya NN (9th), MT (10th), DZ (7th), MA (9th), TR (10th), TN (7th),DM (9th), dan PN (9th).

Atas kejadian tersebut 4 orangtua korban tidak terima dan keberatan kemudian melaporkan ke Polsek Kuantan Tengah untuk pengusutan lebih lanjut.

"Pelaku diancam hukuman UU Perlindungan anak no 35 tahun 2014 tentang ancaman hukuman maksimal 15 tahun," ujar Lumban.(ISB)