Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Jengkol dan Bahan Makanan Lainnya Picu Inflasi

Kabid Statistik Neraca Wilayah dan Analisis BPS Riau, Joni Kasmuri SST MM ME dalam pemaparannya saat berita resmi statistik. (Foto: Fitri Burhan)

Kabid Statistik Neraca Wilayah dan Analisis BPS Riau, Joni Kasmuri SST MM ME dalam pemaparannya saat berita resmi statistik. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Kamis, 03 Mei 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Pada April 2018, jengkol ternyata menjadi komoditas pemicu inflasi. Selain jengkol atau jering, komoditas lain yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau, bawang merah, daging ayam ras, ikan teri, telur ayam ras.

Tak hanya bahan makanan, obat dengan resep, bensin (termasuk pertalite), emas perhiasan juga picu inflasi.

Hal tersebut terungkap saat Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Riau, Rabu (2/5/2018) siang di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Riau.

Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom, diwakili Kabid Statistik Neraca Wilayah dan Analisis BPS Riau, Joni Kasmuri SST MM ME memaparkan, inflasi Riau April 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada tujuh kelompok pengeluaran. Yakni kelompok kesehatan 1,61 persen, diikuti kelompok sandang 0,32 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,20 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen, kelompok bahan makanan 0,08 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas 

dan bahan bakar serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, masing-masing sebesar 0,03 persen.

"Jengkol picu inflasi karena jengkol sangat diminati di Riau dan penimbangnya banyak. Jadi bisa picu inflasi kalau naik harga," ungkapnya.

Untuk angka inflasi, pada April 2018, Riau mengalami inflasi 0,19 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,81. Sementara itu, Inflasi Tahun Kalender (Januari-April 2018) 1,04 persen dan Inflasi Year on Year (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 3,63 persen.

Komoditas yang menahan inflasi (deflasi) antara lain cabai merah, beras, tomat sayur, nangka muda, ikan serai.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi. Yakni Pekanbaru 0,20 persen, Dumai 0,14 persen dan Tembilahan 0,17 persen.

Ditambahkannya, dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 13 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,01 persen, diikuti oleh Padang Sidimpuan 0,76 persen dan  Pematang Siantar 0,56 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di  Kota Padang sebesar 0,01 persen.

Untuk deflasi terjadi di 10 kota, yang terbesar terjadi di kota Sibolga dengan deflasi sebesar 0,64 persen. (FB