Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

2.010 Siswa SMK di Inhu Lulus 100 persen

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau Aidil Adhari menyalami pengawas UNBK di SMKN 1 Rengat, beberapa waktu lalu. (Foto: Edi Kasturi)

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau Aidil Adhari menyalami pengawas UNBK di SMKN 1 Rengat, beberapa waktu lalu. (Foto: Edi Kasturi)

Edi Kasturi

Jumat, 04 Mei 2018

Rengat - serantauriau.news - Sebanyak 2,010 siswa SMK di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) donyatakan lulus 100 persen. Bahkan pada tahun ini peringkat kelulusan siswa SMK tersebut berada pada peringkat lima se-Provinsi Riau.

Begitu juga kelulusan siswa SMA di Kabupaten Inhu naik keperingkat enam se-Riau. Hanya saja, jumlah siswa SMA di Kabupaten Inhu belum diketahui hingga Jumat (4/5/2018).

Sementara pada tahun 2017 lalu, peringkat kelulusan siswa SMK di Kabupaten Inhu hanya berada di peringkat ke-11 se-Riau. Sedangkan peringkat kelulusan siswa SMA di Kabupaten Inhu pada tahun lalu berada di peringkat 10 se-Riau.

Demikian disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Riau di Kabupaten Inhu Drs Muhammad Abri. "Alhamdulillah, peringkat kelulusan siswa SMK dan SMA meningkat pada tahun ini dibanding kabupaten kota di Riau," ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Dijelaskannya, peserta UN SMK tahun 2018 ini mencapai sebanyak 2.010 orang. Di mana peserta UN tersebut tersebar di 12 SMK negeri dan empat SMK swasta dalam wilayah Kabupaten Inhu.

Bahkan yang cukup membanggakan, dari proses UN yang diikuti 2.010 orang tersebut dapat lulus seratus persen. "Dengan harapan, peringkat ini setidaknya dapat dipertahankan dan dapat naik peringkat lagi," harapnya.

Tahun ini sambungannya, seluruh SMK di Kabupaten Inhu juga sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hanya saja, untuk SMA masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan UNBK.

Pada tahun mendatang, pihaknya menargetkan seluruh SMA yang ada bisa menerapkan UNBK. "Kendala utama bagi sekolah yang belum menerapkan UNBK yakni belum tersedianya perangkat pendukung seperti komputer dan tidak adanya layanan internet," sambungannya.

Hingga Jumat petang, pihaknya belum mendapatkan data keseluruhan tentang kelulusan siswa SMA.Setidaknya masih ada tujuh SMA yang belum menyampaikan kondisi kelulusannya. "Masih ada tujuh SMA yang belum menyampaikan laporannya," terangnya.(EDI)