Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadan 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan serta amal ibadah kita dilipatgandakan dan diterima Allah SWT. Aamiin Yra.***

PWNU Riau Kutuk Peledakan 3 Bom Gereja di Surabaya

T Rusli Ahmad SE bersama Presiden Jokowi pada suebuah kesempatan. (Foto: Dok SRN)

T Rusli Ahmad SE bersama Presiden Jokowi pada suebuah kesempatan. (Foto: Dok SRN)

Fitri Burhan

Senin, 14 Mei 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1439 H, negara dikejutkan dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Ahad (13/5/2018).

Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati.

Oleh sebab itu, menyaksikan dan mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa di atas, khususnya peristiwa bom di tiga gereja di Surabaya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme.

"Apapun motif dan latar belakangnya. Segala macam tindakan menggunakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan," sebut Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Riau T Rusli Ahmad SE, Ahad (13/5/2018).

"Bahkan tidak ada satupun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," tuturnya.

PWNU juga menyampaikam rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban, atas musibah yang sedang dialami. "Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan kita harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran," paparnya.

Dilanjutkan Rusli, PWNU mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara tuntas motif, pola serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak.

Rusli juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan. Sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme, segera laporkan kepada aparat keamanan. (FB/RLS)