Selamat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriyah./ 24 Mei 2020 Masehi. Selamat merayakan hari kemenangan dan kembali kepada insan yang fitri, hasil tempaan bulan suci Ramadan. Minal Aidin Walfaizin, Maaf Lahir dan Batin.***

Konflik Desa Alim dengan PT Tasma Puja Harus Diselesaikan dari Bawah

Warga  Desa Alim telah menggarap lahan yang menurut mereka dicaplok PT Tasma Puja. Ternyata lahan garapan itu sudah diganti rugi perusahaan kepada warga Desa Kepayang Sari. (Foto grafis Edi Kasturi)

Warga Desa Alim telah menggarap lahan yang menurut mereka dicaplok PT Tasma Puja. Ternyata lahan garapan itu sudah diganti rugi perusahaan kepada warga Desa Kepayang Sari. (Foto grafis Edi Kasturi)

Edi Kasturi

Kamis, 17 Mei 2018

Rengat - serantauriau.news - Tokoh masyarakat Kecamatan Batang Cenaku, Subir Salam menegaskan bahwa konflik warga Desa Alim dengan PT Tasma Puja harus diselesaikan lebih awal di tingkat desa.

Karena lahan yang dituduh dirampas oleh PT Tasma Puja itu berada di Desa Kepayang Sari, Kecamatan Batang Cenaku.

Disampaikan Subir Salam yang juga mantan Anggota DPRD Inhu ini, mengingat ada sejumlah kelompok warga Desa Alim yang tengah berupaya merebut hak berupa lahan yang digarap PT Tasma Puja.

Penyelesaian sengketa lahan itu harus diperjelas lebih awal dari tingkat pemerintahan desa. "Yakni Desa Kepayang Sari," ujar Salam, Rabu (16/5/2018).

Karena sepengetahuan Subir Salam, lahan yang diduga dikuasai oleh PT Tasma Puja bekas garapan warga Desa Alim. Namun lahan yang digarap warga Desa Alim, berada dalam wilayah Desa Kepayang Sari. Sehingga perlu didudukkan tapal batas kedua desa tersebut, yakni Desa Alim dan Desa Kepayang Sari.

Ketika sudah ada kesepakatan tapal batas dan ada keputusan bersama pemerintahan desa, pihak warga Desa Alim baru dapat mengajukan perundingan dengan pihak PT Tasma Puja. "Kalau pengurusan langsung ke PT Tasma Puja, dikhawatirkan akan memicu kesalahpahaman kepada warga lainnya," tambahnya.

Di tempat terpisah, Humas PT Tasma Puja Ardiyansyah SH mengatakan bahwa, pihaknya melakukan pembukaan lahan dengan cara melakukan ganti rugi lahan hanya di tiga desa. Yakni di Desa Kepayang Sari, Desa Cenaku Kecil dan Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku.

"Apa yang dihebohkan oleh Tarmizi selaku koordinator masyarakat Desa Alim adalah hal keliru dengan mengatakan bahwa PT Tasma Puja merampas lahan masyarakat Desa Alim," ujar Ardiyansyah.

Kemudian, areal seluas 100 ha yang diklaim oleh Tarmizi dan kawan-kawan berada di Dusun Lubuk Sungkai Desa Kepayang Sari, sesuai dengan berita acara kesepakatan tapal batas Desa Kepayang Sari dengan Desa Alim, yang dibuat pada tahun 2011. Hal ini juga diperkuat dengan berita acara yang dibuat oleh para tokoh masyarakat dan ninik-mamak Desa Kepayang Sari pada tanggal 15 Maret 2017 lalu.

"Dalam berita acara tersebut, dinyatakan bahwa lahan yang diklaim oleh Tarmizi adalah milik warga Dusun Lubuk Sungkai Desa Kepayang Sari," terangnya. (EDI)