Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Presiden Joko Widodo meresmikan dan mengujicoba jalur Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau menuju Kota Padang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo meresmikan dan mengujicoba jalur Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau menuju Kota Padang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Kereta Bandara Ketiga di Indonesia Diresmikan Presiden



Adi Pradana

Senin, 21 Mei 2018

Padang - serantauriau.news - Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Senin (21/5/2018). Kereta ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta.

"Kereta bandara seperti ini baru ada di Medan, kemudian di Jakarta, kemudian yang sekarang ada di Sumatra Barat di Padang," kata presiden dalam sambutannya.

KA bandara ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada 1 Mei 2018. Dengan adanya kereta bandara ini, presiden berharap, penggunaan mobil pribadi bisa dikurangi sehingga bisa mengurangi kemacetan, seperti halnya di Jakarta.

"Kenapa kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal, busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT. Tanpa itu pasti di seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota Padang, kita ingin hal yang sama," paparnya.

Lebih lanjut, presiden mengatakan bahwa harga tiket kereta bandara di Padang ini juga sangat terjangkau. Perbedaannya dengan kereta bandara di Jakarta, kata presiden, adalah kereta bandara di Padang dibiayai dari APBN, bukan swasta.

"Tiketnya sangat murah. Kalau di Jakarta dikerjakan swasta kalau di sini dikerjakan APBN. Tadi saya ngecek langsung tiketnya. Di sini tiket tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak, Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, presiden juga menyampaikan bahwa Bandara Internasional Minangkabau ini sedang dalam proses perluasan. Dari sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang di akhir 2019.

"Saya tanyakan Direktur Utama Angkasa Pura, kapan selesai Pak Dirut? Jawabannya insyaallah Pak 2019. Insyaallah 2019 akan selesai sehingga airport Bandara Internasional Minangkabau ini menjadi airport besar dengan kapasitas 5,7 juta penumpang," kata Presiden Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara peresmian KA bandara ini di antaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Sumatera Barat Iwan Prayitno dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Setelah meresmikan KA bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang dengan menggunakan kereta bandara. Sepanjang perjalanan di dalam kereta, presiden dan Ibu Iriana pun bertatap muka dengan perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat ini.

 

Setibanya di Stasiun Padang, Presiden sempat berdialog dengan beberapa perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat. Salah satunya bernama Riskan, yang bercita-cita menjadi presiden.

"Pengin jadi presiden itu gimana?" tanya Presiden.

"Belajar keras, raih prestasi, terus jurusannya Hubungan Internasional di PTN. Insyaallah kalau atas izin Allah jadi wali kota Solok terus jadi presiden," jawab Riskan.(APD)

 

Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.