Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

PBVSI Riau Targetkan Perbaiki Peringkat di PON Papua

Bertekad memperbaiki peringkat PBVSI gelar pelatihan wasif dan pelatih.

Bertekad memperbaiki peringkat PBVSI gelar pelatihan wasif dan pelatih.

Ikhsan Fitra

Rabu, 27 Desember 2017

Pekanbaru - serantauriau.news - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Riau bertekad mendulang prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua nanti. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Pengprov PBVSI Riau H Martius Busti pada pembukaan program Pelatihan Wasit & Pelatih Bolavoli se Provinsi Riau yang dilaksanakan pada 26-29 Desember 2017 di Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu.

" Pada PON 2020 di Papua, target kita tim putri harus masuk pada peringkat 3 besar karena pada PON di Jabar lalu Tim Putri hanya berada pada posisi ke-7. Dan untuk tim putra kita menargetkan lolos PON," ujar Martius.

Lebih lanjut politisi PAN ini menjelaskan untuk mencapai target tersebut peran wasit dan pelatih sangat menentukan dalam melahirkan atlet-atlet muda berkualitas. Tanpa pelatih dan wasit mustahil akan lahir atlet-atlet yang berkualitas.

Pelatih sebagai pembentuk atlet, menurut dia, mesti tahu program-program yang baik untuk membentuk, membangun konstruksi atlet sejak usia dini sedangkan wasit mesti jujur ketika bertugas pada suatu kompetisi.

"Jika itu tercapai maka rekruitmen atlet akan mudah dan kompetisi kompetisi semakin berbobot. Bukan tidak mungkin atlet-atlet Riau akan mampu berprestasi pada pelaksanaan PON mendatang," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Martius menghimbau kepada pemilik klub agar dalam pembinaan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kalau memungkinkan memasukan dalam program anggaran penbinaan desa di bidang  olahraga dalam APBDes (DD dan ADD) serta melaksanakan kompetisi secara berkala baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan.

"Bolavoli sebagai cabang olahraga yang sudah merakyat dan memasyarakat di Indonesia tidak sulit untuk melaksanakan kompetisi-kompetisi di desa-desa atau di kecamatan-kecamatan. Semakin sering mengikuti kompetisi maka atlet-atlet handal akan terpantau dengan sendirinya," kata dia.

Program pelatihan wasit dan pelatih yang diselenggarakan oleh PBVSI Riau bekerja sama dengan Pengkab PBVSI Rohul ini diikuti oleh 78 orang yang terdiri dari 64 calon wasit dan 14 calon pelatih yang berasal dari 7 kab/kota (Dumai, Siak, Pekanbaru, Kampar, Inhu dan Rohul).

Pembukaan pelatihan ini dihadiri Ketua Umum KONI Rohul yang diwakili Kabid Binpres Totok Nurmanto, jajaran pengurus PBVSI Riau dan pengurus Pengkab PBVSI Rohul.(IFM)