Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Penguatan Mulok Riau Dicanangkan 25 Juni

Sempena Visi Riau 2020, Gubernur Riau bersama Mendikbud akan mencanangkan penguatan Muatan Lokal di Provinsi Riau, Senin (25/6/2018). (Foto: MCR)

Sempena Visi Riau 2020, Gubernur Riau bersama Mendikbud akan mencanangkan penguatan Muatan Lokal di Provinsi Riau, Senin (25/6/2018). (Foto: MCR)

Ayu Kurniasih

Sabtu, 23 Juni 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau semakin serius untuk menerapkan muatan lokal, mulai dari sekolah-sekolah dan sekarang memasuki setiap perkantoran pemerintah ataupun swasta akan menggunakan muatan lokal yang akan dicanangkan pada 25 Juni mendatang.

Pencanangan mulok sendiri akan dicanangkan secara resmi pada Senin (25/6/2018) oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman karena yang telah habis masa cuti kampanye dan aktif kembali.

"Kita sudah siap. Insyaallah 25 Juni 2018 akan mencanangkan penguatan muatan lokal budaya Melayu di Provinsi Riau, yang akan dicanangkan Gubernur Riau serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Plt Gubri, Jumat (22/6/2018).

Karena itu, Plt Gubernur Riau minta pemangku kepentingan terkait untuk mematangkan semua persiapan. Karena dia ingin pencanangan penguatan mulok budaya Melayu di Riau bersejarah.

"Kita sudah mulai, sambil berjalan kita perbaiki kalau ada kekurangan. Jangan samakan kita dengan Jogjakarta dan Bandung, karena mereka sudah mulai duluan mencanangkan mulok. Kalau ada kekurangan kita perbaiki," tukasnya.

Sementara itu, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie menambahkan, untuk regulasi pencanangan penguatan muatan lokal budaya Melayu di Provinsi Riau sudah disiapkan.

"Kita sudah sepakat pencanangan mulok diterapkan 25 Juni, dan akan segera diaplikasikan baik di pendidikan dan ruang publik. Jadi kita bukan dibuat-buat mulok ini, kita sudah punya Perda dan Pergub, dan nanti penandatangan SK pencanangannya," ujarnya.

Sedangkan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Al azhar mengatakan pencanangan penguatan mulok budaya Melayu ini sebagai upaya mengaplikasikan visi misi Riau 2020.

"Jadi dalam mulok itu terdapat pendidikan formal dan ruang publik, yang akan diterapkan mulai dari PAUD sampai SMA. Mengapa mulok ini diterapkan, bahwah kita sudah sepakat Riau ini indentik dengan yang namanya Melayu," ujarnya.

Menurut dia, selama ini di lingkup sekolah sudah mengenal mulok budaya Melayu,  tapi masih terfokus pada huruf Melayu yang aplikasinya dapat dilihat nama-nama jalan dan perkantoran. 

"Untuk di pendidikan ini sudah ada Perda penyelenggaran muatan lokal budaya Melayu Riau, yang tujuannya kita ingin menumbuhkan pengetahuan dan pengalaman anak, sekaligus mewujudkan nilai dan norma kemelayuan," tukasnya. (FB/AYU)