Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Perjuangkan Lahan, Balita Ikut Aksi Damai ke Kantor Bupati Rohul

Warga Kalikapuk ini melakukan aksi di depan Ketua Komisi I DPRD Rohul, memperjuangkan lahan mereka yang diduga diserobot PT MAI. (Foto: Asmita)

Warga Kalikapuk ini melakukan aksi di depan Ketua Komisi I DPRD Rohul, memperjuangkan lahan mereka yang diduga diserobot PT MAI. (Foto: Asmita)

Mita

Ahad, 24 Juni 2018

Tambusai - serantauriau.news - Ratusan warga Kalikapuk Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Rohul, Kamis (21/6/2018) mendatangi kantor Bupati Rohul. Warga aksi damai dalam rangka menyampaikan penderitaan masyarakat Kalikapuk. Untuk memperjuangkan hak miliknya dan demi mengharap perhatian serta simpati pemerintah agar segera menangani persoalan, warga Kalikapuk mengikutsertakan anak-anak. Bahkan Balita turut dibawa bersama. Warga Kalikapuk sudah sejak tahun 2012 merasa tertindas oleh PT Mazuma Agro Indonesia (MAI). Atas nama Forum Komunikasi Perjuangan Petani Kalikapuk (FKPPK) Rohul, warga meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Rohul dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dengan perusahaan PT MAI diduga telah melakukan penyerobotan lahan perkebunan masyarakat Kalikapuk seluas 700 ha. Adapun tuntutan masyarakat ini disampaikan di hadapan Sekdakab Rohul Abdul Haris. Massa yang mengikuti aksi damai menyampaikan tuntutan, Warga Kalikapuk ingin mendapatkan kehidupan yang layak dari negara serta bebas dari penindasan dan penzaliman secara hukum. Lalu warga menolak tindakan kesewenangan yang dilakukan PT MAI. Kemudian warga meminta agar PT MAI menghentikan aktivitas apapun di atas tanah milik warga. Pemerintah juga diminta meninjau ulang lahan perkebunan PT MAI. "Selama ini warga merasakan penjajahan. Lahan diserobot PT MA 700 ha. Kemudian masyarakat yang memanen di lahannya sendiri ditangkap dan dipenjarakan. Penindasan secara premanisme oleh perusahaan ini terjadi Maret 2017 lalu, dengan korban 9 warga Kalikapuk ditahan polisi karena memanen di lahan perkebunan miliknya sendiri," protes Wira, salah seorang warga Kalikapuk. Aksi damai warga Kalikapuk ini juga dilaksanakan di depan kantor DPRD Rohul. Massa disambut Ketua Komisi I DPRD Rohul Mazril. Mazril berjanji bakal membantu masyarakat Kalikapuk untuk menyelesaikan persoalan ini sampai ke pemerintah pusat. (MTA)