Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Mei 2018, Petani Riau Alami Defisit

Kepala BPS Riau dan staf memaparkan tentang NTP Riau lewat tayangan di slide. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau dan staf memaparkan tentang NTP Riau lewat tayangan di slide. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Selasa, 26 Juni 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Di Bulan Mei lalu, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau sebesar 99,60. Sesuai angka ini, dapat diartikan bahwa petani secara umum di Riau mengalami defisit.

"Defisit terutama terjadi pada petani 

subsektor hortikultura (NTPH=97,07), subsektor peternakan (NTPT= 98,20) dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR =98,75)," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, belum lama ini kepada wartawan.

Namun, lanjut Aden, untuk petani subsektor perikanan dan subsektor tanaman pangan masih mengalami surplus.

"Pada bulan Mei 2018, Nilai Tukar Petani di Provinsi Riau sebesar 99,60, turun sebesar 1,92 persen dibanding NTP April 2018 sebesar 101,55," jelasnya saat berita resmi statistik, di lantai II kantor BPS Riau.

Penurunan NTP ini disebabkan oleh 

turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,29 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen.

Adapun penurunan NTP di Provinsi Riau pada bulan Mei 2018, terjadi pada 3 dari 5 subsektor penyusun NTP. Penurunan NTP terbesar terjadi 

pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami penurunan NTPR sebesar 3,17 persen, diikuti oleh subsektor hortikultura yang mengalami penurunan NTPH sebesar 1,41 persen dan subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan NTPP sebesar 0,61 persen. Sedangkan subsektor peternakan dan subsektor perikanan masing-masing mengalami kenaikan 

NTP subsektor sebesar 1,17 persen dan 0,54 persen.

Aden menambahkan, 5 dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera mengalami penurunan NTP. Jika dibandingkan dengan provinsi di Pulau Sumatera, NTP Provinsi Riau masih menduduki peringkat ke-2, di bawah Provinsi Lampung.

Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 1,48 persen. Yakni dari 114,90 pada April 2018 menjadi 113,20 pada Mei 2018.

"Nilai Tukar Petani ini adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase. NTP merupakan 

salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli petani di daerah pedesaan, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani," ungkapnya.

Hal itu berarti, semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar petani relatif lebih baik, tingkat kehidupan petani juga lebih baik," ulasnya. (FB)