Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Datuk Muncak Suku Melayu Kenegerian Simandolak Dikukuhkan Datuk Bisai

Datuk Bisai Edyanus Herman Halim secara resmi menabalkan Datu Muncak Suku Melayu Kenegerian Simandolak. (Foto: Irwan S Benai)

Datuk Bisai Edyanus Herman Halim secara resmi menabalkan Datu Muncak Suku Melayu Kenegerian Simandolak. (Foto: Irwan S Benai)

Irwan S Benai

Senin, 02 Juli 2018

Simandolak - serantauriau.news - Miris, keberadaan pemangku adat di rantau Kuantan atau Rantau nan Kurang Oso Duo Puluah mulai terkikis fungsi dan peranannya.

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, mulai lahir hingga meninggal dunia, acara pertunangan dan pernikahan warga, juga pertengkaran ataupun perdamaian yang biasanya diurus oleh pemangku adat. Namun kini oleh cucu kemenakan, persoalan atau hal ihwal warga sudah langsung diurus ke instansi pemerintahan terkait.

Kondisi demikian tidak dapat dibiarkan begitu saja. Hingga pada Sabtu (30/6/2018) lalu, Pemangku Adat Kenegerian Simandolak Kabupaten Kuansing mulai membangkitkan kembali fungsi dan peran pemangku adat, ninik mamak.

Langkah yang dilakukan, yaitu pengukuhan Junaidi sebagai Datuk Muncak Suku Melayu Kenegerian Simandolak yang baru. Aditiawarman, Datuk Muncak sebelumnya telah meninggal dunia pada Mei lalu. Karena itu dikukuhkan datuk muncak yang baru.

Datuk Muncak Kenegerian Simandolak ini dilantik oleh pemegang tali teraju  adat di kawasan 5 Koto di Tongah, yakni Datuk Bisai Edyanus Herman Halim.

Hadir pada kegiatan ini, unsur pemerintah desa, kecamatan, Penghulu Suku Caniagi, Datuk Paduko Jalelo Drs Hamdan MS MM, penghulu, menti, dubalang, tangganai dan cucu kemenakan Suku Melayu Kenegerian Simandolak.

Usai pelantikan, Datuk Bisai yang didampingi para pemangku adat di Kenegerian Teluk Kuantan menyampaikan apresiasi kepada pemangku adat dan seluruh masyarakat Simandolak, atas inisiatif, atensi, yang tinggi untuk menumbuhkembangkan kembali nilai budaya di tengah-tengah masyarakat.

Datuk Bisai yang juga seorang akademisi di Universitas Riau, Edyanus Herman Halim mengimbau kepada penghulu yang dikukuhkan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Antara lain berupa Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.

"Datuk penghulu adalah nan tinggi nampak jauh, nan dokek jolong basuo, kayu godang di tengah padang, tempat berlindung dan bersandar cucu kemenakan dalam mengayuh roda kehidupan beradat. Tentunya bermartabat," pesan Datuk Bisai, Senin (2/7/2018).

Diharapkan adat tetap dipegang teguh, di seluruh wilayah Kuansing. Apa yang dilakukan di Simandolak ini patut menjadi contoh bersama dalam menjunjung tinggi adat istiadat Melayu. (ISB)