Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Resmi Dibuka Festival Pacu Jalur Tradisional di Gelanggang Tupian Rajo Pangean

Bupati Mursini membuka Festival Pacu Jalur Pangean, menghilir pancang finis dengan Wabup H Halim dan rombongan serta menyaksikan hilir jalur pacu. (Foto: Hms Setda Kuansing)

Bupati Mursini membuka Festival Pacu Jalur Pangean, menghilir pancang finis dengan Wabup H Halim dan rombongan serta menyaksikan hilir jalur pacu. (Foto: Hms Setda Kuansing)

Irwan S Benai

Sabtu, 07 Juli 2018

Pangean - Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi secara resmi membuka Festival Pacu Jalur Tradisional di Gelanggang Tupian Rajo, Kecamatan Pangean tahun 2018, Jumat (6/7/2018). Pembukaan disambut meriah oleh Panitia Penyelenggara dan masyarakat Pangean.

Hal ini dibuktikan dengan antusiasnya masyarakat Pangean pada saat menyambut kedatangan bupati dan rombongan  yang diawali dengan lagu Pacu Jalur karya anak negeri Kuansing Harry Toledo dan Silat Pangean serta ditandai bunyi besar cagak sebagai tanda Festival Pacu Jalur Tradisional Pangean akan dimulai.

Bupati Mursini dalam sambutannya menyatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyambut baik dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat Pangean serta Panitia Penyelenggara, atas terlaksananya Festival Pacu Jalur Tradisional di Gelanggang Tupian Rajo Kecamatan Pangean ini. "Kita berharap semoga pelaksanaan pacu jalur kali ini dapat berjalan lancar, aman dan tertib," ucap bupati.

Diungkapkan, Pacu Jalur merupakan tradisi budaya turun-menurun masyarakat Kuansing yang berumur seabad lebih. Festival Pacu Jalur ini memiliki fungsi kultural, edukatif, ideologis, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang harus dijaga dan dibangun secara kokoh dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada generasi muda.

"Tradisi Pacu Jalur ini telah masuk kalender kepariwisataan nasional, dan telah memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan di sektor pariwisata, khususnya di Kabupaten Kuansing. Ini harus kita jaga dan pertahankan, karena pacu jalur merupakan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional," terang bupati.

Bupati Mursini juga mengajak semua pihak untuk dapat mendukung salah satu Iven Wisata Kuansing Perahu  Baganduang yang ikut serta kegiatan Anugerah Pesona Indonesia (API) dalam Kategori Atraksi Budaya Terpopuler 2018 dengan cara kirim sms ketika API (spasi) 8D ke 99386, terhitung mulai tanggal 05 Juni sampai dengan 31 Oktober 2018.

Turut hadir menyemarakkan Pacu Jalur Tradisional Pangean Wakil Bupati H Halim, Sekda DR H Dianto Mampanini SE MT, Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Nasarudin SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Rengat Darma Indo Damanik SH MKn, Forkopimda, Kepala OPD, Para Kabag Setda dan sejumlah tokoh masyarakat Pangean.(ISB)