serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Mahasiswa Uniks Tenggelam di Kolam

Sesosok mayat ditemukan di kolam ikan,  Eko Alfian Ardiansyah (22 th). Ketika divisum tak terlihat tanda-tanda kekerasan pada Mahasiswa Uniks ini. Kata pemilik kolam, korban mengidap penyakit ayan. (Foro: Hms Polres Kuansing)

Sesosok mayat ditemukan di kolam ikan, Eko Alfian Ardiansyah (22 th). Ketika divisum tak terlihat tanda-tanda kekerasan pada Mahasiswa Uniks ini. Kata pemilik kolam, korban mengidap penyakit ayan. (Foro: Hms Polres Kuansing)

Irwan S Benai

Sabtu, 21 Juli 2018

Sentajo - serantauriau.news - Seorang mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Eko Alpian Ardiansyah (22) ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan, Jumat malam (20/7/2018) pukul 21.00 WIB.

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh teman satu kampusnya, Gilang Aprila (22), selaku pemilik kolam ikan di Desa Seberang Teratak Air Hitam Kecamatan Sentajo Raya Kuansing. Korban sendiri sudah sekitar 1,5 tahun tinggal di pondok kolam ikan tersebut.

Sebelum kejadian, korban menginap di pondok kolam ikan bersama Gilang, Kamis (19/7/2018) malam.

Sebagaimana diceritakan saksi, Gilang Aprila di kepolisian, pada pukul 08.00 WIB, ia bangun dan pulang ke rumah orangtuanya untuk makan serta hendak Salat Jumat di siang harinya. Sementara itu, korban tinggal sendirian di kolam ikan.

Selesai Salat Jumat, Gilang langsung pergi ke kolam ikan untuk memberi ikan makan. Pada saat itu di kolam ikan, Gilang tidak melihat korban. Sedangkan Hp korban dicas di pondok kolam ikan.

Setelah memberi ikan makan, Gilang pulang ke rumah orangtuanya untuk mengambil sepeda motor dan langsung pergi ke bengkel memperbaiki sepeda motornya. Pada pukul 14.00 WIB, Gilang bersama dengan adiknya, Rimba (11), pergi lagi ke kolam ikan.

Sampai di kolam ikan, Gilang tidak juga melihat korban dan Hp tetap dicas di pondok. Selanjutnya Gilang dan Rimba pulang ke rumah.

Pukul 16.00 WIB, Gilang bersama orangtuanya pergi ke kolam ikan untuk mengambil ikan. Sampai di kolam ikan, korban tidak juga kelihatan.

Kemudian selesai mengambil ikan, Gilang dan orangtuanya pulang ke rumah. Selanjutnya Gilang bermain voli. Selesai Salat Maghrib, Gilang dan Rimba pergi lagi ke kolam ikan karena cemas, tak kunjung ada kabar dari korban.

Gilang dan Rimba mencari korban di sekitar sungai dan tidak ditemukan. Lalu selesai cari di kolam ikan, di tempat pembuangan air kolam ikan, Gilang melihat tangan korban. Kemudian Gilang dan Rimba minta pertolongan ke rumah orangtuanya.

Tetangga-tetangga juga diberi tahu untuk memastikan siapa yang berada di kolam ikan tersebut.

Setelah orangtua Gilang dan masyarakat sampai di kolam ikan, mereka langsung mengangkat orang yang tenggelam tersebut. Setelah dilihat ternyata mayat korban, Eko Alpian Ardiansyah.

Warga sekitar lalu melapor ke Polsek Benai. Mayat korban dibawa ke RSUD Teluk Kuantan untuk divisum.

Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SIK SH melalui Kabag Humas Polres Kuansing AKP G Lumban Toruan, Sabtu (21/7/2018) membenarkan adanya kejadian ini. "Hasil visum, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, sudah tewas diperkirakan sekitar 10 jam sebelum dibawa ke rumah sakit," terangnya.

Kepada polisi, pemilik kolam ikan, orangtua Gilang menyatakan bahwa korban memiliki penyakit ayan.

"Selanjutnya jenazah korban diantarkan ke rumah orangtuanya yang berada di Solok, Sumbar," ulasnya. (FB/ISB)