serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Hindari Bencana, Ditanam Pepohonan di Hulu Sungai Petapahan

Cegah bencana, Bupati Mursini bersama Mahasiswa KKN Unri melakukan gerakan menanam seribu pohon di kawasan hulu Sungai Petapahan, Gunung Toar. (Foto; Hms Setda Kuansing)

Cegah bencana, Bupati Mursini bersama Mahasiswa KKN Unri melakukan gerakan menanam seribu pohon di kawasan hulu Sungai Petapahan, Gunung Toar. (Foto; Hms Setda Kuansing)

Irwan S Benai

Rabu, 25 Juli 2018

Gunungtoar - serantauriau.news - Sebagai upaya menyukseskan Gerakan Lestari Alam Terpadu Komunitas Masyarakat Peduli Sungai dan Lingkungan (Geliat Kampung), yang menjadi kegiatan Bidang SDA Dinas PUPR, Bupati Kuansing bersama mahasiswa KKN tanam pohon.

Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi bergabung bersama mahasiswa KKN Universitas Riau, menanam seribu pohon di hulu Sungai Petapahan Gunung Toar, Selasa (24/7/2018) .

Kepada mahasiswa, Bupati Mursini menyampaikan arahan, salah satu kegiatan Geliat Kampung adalah menanam pohon di bantaran sungai. Jangka panjangnya, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Tanam pohon merupakan sebuah kearifan lokal warisan leluhur kita yang harus kita tumbuhkan lagi di tengah masyarakat. Jika semua bergerak menanam pohon, maka setidaknya kita mewariskan sebuah kehidupan kepada anak cucu," terang Bupati Mursini.

Tidak hanya melakukan penanaman pohon saja, Bupati Kuansing dan Geliat Kampung Bidang SDA Dinas PUPR ini terus menyadarkan warga. Terutama di kawasan hulu Sungai Petapahan agar memiliki kepedulian yang besar terhadap lingkungan. Khususnya terhadap sungai.

Kenapa harus di kawasan hulu, tegas bupati, karena hulu memiliki peranan yang besar terhadap kelestarian sungai di bagian hilir. Jika saja kawasan hulu rusak, maka kawasan hilir dipastikan akan menjadi daerah korban bencana banjir dan bencana lainnya.

 

Dijelaskan Bupati Mursini, pernah terjadi serta dialami oleh warga Petapahan yang menjadi korban banjir bandang Sungai Kuantan. Bencana pada April tahun 2018 lalu terjadi karena kawasan hulu Petapahan dalam kondisi rusak. Tidak terpelihara dengan baik.

"Jadi kita fokus melakukan penghijauan di daerah hulu, karena khawatir Petapahan menjadi sungai yang membahayakan masyarakat banyak di kawasan hilir," ungkap Bupati Mursini.

Apalagi ketika derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Kuantan Singingi, seringkali menimbulkan banjir. Salah satunya di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar.  Desa Petapahan yang dilalui oleh Sungai Petapahan merupakan sumber irigasi Desa Toar dan Petapahan. Saat ini selalu menjadi langganan banjir bandang akibat alih fungsi lahan maupun kegiatan PETI.

Camat Gunung Toar Sada Risnah meminta partisipasi dari kabupaten, terutama Dinas PUPR untuk lebih memperhatikan daerah yang sering terkena banjir. Sehingga banjir bisa diantisipasi. (ISB)