Selamat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriyah./ 24 Mei 2020 Masehi. Selamat merayakan hari kemenangan dan kembali kepada insan yang fitri, hasil tempaan bulan suci Ramadan. Minal Aidin Walfaizin, Maaf Lahir dan Batin.***

Enam Gajah Latih RAPP Giring Gajah Liar ke Habitatnya

Gajah latih RAPP Estate Ukui sedang diberi makan. (Foto: Fitri Burhan)

Gajah latih RAPP Estate Ukui sedang diberi makan. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Jumat, 27 Juli 2018

Ukui - serantauriau.news - Dalam upaya mengatasi konflik antara gajah liar dan manusia, diambil langkah melatih gajah jinak untuk menggiring gajah liar.

Gajah latih ini biasanya disediakan perangkat pemerintahan seperti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perusahaan dan Non Government Organization (NGO) seperti Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Gajah latih bertugas menggiring gajah liar ke habitat gajah, jika ditemui konflik antara manusia dan satwa liar tersebut. Seperti, jika ada gajah liar yang masuk ke pemukiman dan perkebunan warga ataupun ke perkebunan perusahaan.

Salah satu perusahaan besar di Riau, PT RAPP menyediakan 6 gajah latih ini. Apalagi wilayah konsesi PT RAPP yang banyak ditanam pepohonan akasia menjadi kawasan lintasan gajah. Wilayah konsesi RAPP berdekatan denhan Taman Nasional Tesso Nilo.

Untuk melihat penanganan konflik antara gajah liar dan manusia yang dilakukan perusahaan tersebut, puluhan peserta Pelatihan Penerapan BMP (Best Management Practice) Konservasi Gajah yang ditaja Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, didukung Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Sumatera, kunjungan lapangan, Kamis (27/7/2018). Peserta pelatihan dari manajemen perusahaan di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo, forum masyarakat dan NGO atau LSM, turun langsung ke kawasan konsesi RAPP Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan.

"Gajah latih 'peliharaan' kami ini ada 6 ekor. Empat gajah, satu jantan dan tiga betina merupakan bantuan pemerintah, kemudian kita kembang biakkan. Hingga dapat dua anak gajah yang lahir di wilayah konsesi kita ini," jelas Manajer PT RAPP Estate Ukui, Linggom Dongoran kepada serantauriau.news, di sela-sela menerima kunjungan peserta pelatihan.

Usia gajah latih ini berkisar 35 tahun ke bawah. Sedangkan dua anak gajah, jantan dan betina, hasil pengembangbiakan tersebut berusia 7-9 tahun. Menurut dia, para gajah latih ini turut diberi nama masing-masing untuk memudahkan menandai binatang-binatang ini.

Untuk pemeliharaan gajah jinak tersebut, makanan gajah tidaklah susah dicari. Di antaranya batang pisang, rumput gajah dan pakan gajah. Semuanya ditanam di dalam kawasan konsesi atau dibuat sendiri di kawasan konsesi.

Sementara itu, gajah liar yang melintas di kawasan konsesi juga terkadang makan kulit ari pohon akasia yang ditanam perusahaan. Namun tidak merusak pohon akasia yang ada.

Pada kesempatan turun lapangan tersebut, peserta juga melihat langsung bekas akasia yang digores gajah liar untuk dimakan kulit arinya serta melihat jejak gajah liar yang lewat kawasan konsesi.

Pengunjung yang datang, juga dipersilakan untuk mencoba menunggangi gajah latih milik perusahaan.

Berkaitan gajah latih ini, disediakan untuk patroli kawasan dan bisa melakukan pengusiran gajah liar atau penggiringan gajah liar yang masuk pemukiman warga sekitar perusahaan atau merusak perkebunan perusahaan.

Namun itu menjadi langkah terakhir jika terjadi konflik antara manusia dengan gajah liar. Diutamakan langkah pengusiran gajah liar terlebih dahulu memakai bunyi-bunyian dari meriam karbit.

Mengenai kunjungan lapangan ini, Yuliantony selaku Direktur Eksekutif Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, ketika ditemui pada Kamis malam (27/7/2018) usai kunjungan lapangan memaparkan, Pelatihan Penerapan BMP Konservasi Gajah, berlangsung 24-27 Juli 2018 di Hotel Pesonna Pekanbaru. Salah satu rangkaian kegiatannya, kunjungan lapangan tersebut.

"Kami ingin berikan motivasi pada perusahaan yang belum melakukan konservasi atau perlindungan gajah, dengan melihat langsung turun lapangan. Semoga dapat lebih menggugah kesadaran agar perusahaan menerapkan BMP konservasi gajah, sebab kawasan perusahaan juga menjadi lintasan gajah," sebutnya. (FB)