Media Online serantauriau.news menyampaikan tahniah kepada Bank Riau Kepri yang telah menapak usia ke-53, 1 April 2019. Semoga tetap berjaya sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat Riau, dalam menumbuhkembangkan usaha. Dengan tiga layar terkembang, surut sejengkal pun kita berpantang! ***

 

Presiden Resmikan Pesantren Moderen Internasional Dea Malela di Sumbawa Besar

Presiden Jokowi didampingi Prof Din Syamsuddin menyalami dan berdialog dengan santri asal luar negeri di Pesanten Moderen Internasional Dea Malela, NTB. (Foto: presidenri.co.id)

Presiden Jokowi didampingi Prof Din Syamsuddin menyalami dan berdialog dengan santri asal luar negeri di Pesanten Moderen Internasional Dea Malela, NTB. (Foto: presidenri.co.id)

Fitri Burhan

Selasa, 31 Juli 2018

Sumbawa -- serantauriau.news -- Presiden Joko Widodo meresmikan fasilitas Pesantren Moderen Internasional (PMI) Dea Malela, di Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahad (29/7/2018).

Dalam sambutannya, presiden mengapresiasi keindahan tata letak pondok pesantren yang berdiri di kawasan pegunungan dan perbukitan tersebut.

“Saya melihat dari atas tadi, gedung-gedungnya sangat tertata, tata ruangnya sangat bagus dengan kontur-kontur naik dan turun, di depannya ada gunung yang menjulang indah, kanan-kiri ada perbukitan,” ujar Presiden Jokowi, seperti dilansir dari presidenri.co.id.

Dengan hadirnya beragam fasilitas penunjang tersebut, presiden pun meyakini jika PMI Dea Malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional.

“Jadi kalau tadi disampaikan oleh Prof Din Syamsuddin bahwa ini akan menjadi kampus internasional, insyaallah bukan sesuatu mimpi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan,” ucap Kepala Negara.

Adapun fasilitas yang diresmikan presiden antara lain perpustakaan, gedung belajar, masjid dan wisma.

Tak lupa, presiden mengajak masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memelihara anugerah keberagaman yang dimiliki negara Indonesia.

Hal tersebut dilakukan guna menjaga aset terbesar bangsa Indonesia, yakni persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang terjalin kuat antarsesama masyarakat.

“Saya mengajak kita semuanya untuk terus memelihara dan merawat ukhuwah Islamiyah kita, merawat dan menjaga ukhuwah wathoniyah kita, karena itulah tugas kita bersama,” kata presiden.

Turut hadir mendampingi presiden dalam acara tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin.

Pesantren Moderen Internasional Dea Malela mempunyai santri sebanyak 272 santri nasional dan internasional, yang terdiri dari 117 santriwati dan 151 Santriwan. Dari Jumlah tersebut ada santriwati dan santriwan luar negeri yang berasal antara lain dari Thailand 16 orang, Kamboja 9 orang, Timor Leste 8 orang dan Rusia 2 orang. (FB)