Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Gempa 7 SR yang berpusat di Lombok Utara mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Bali. (Foto: Data BMKG)

Gempa 7 SR yang berpusat di Lombok Utara mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Bali. (Foto: Data BMKG)

Lombok Utara Diguncang Gempa 7 SR Potensi Tsunami



Fitri Burhan

Ahad, 05 Agustus 2018

Jakarta - serantauriau.news - BMKG melaporkan gempa bumi dengan kekuatan 7 SR, pusat gempa di darat dengan kedalaman 15 km. Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gempa yang terjadi, Ahad (5/8/2018) pukul 18.46 WIB ini berpotensi tsunami.

Peringatan dini tsunami telah diaktivasi. Potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian utara dengan status waspada. Waktu kedatangan tsunami diperkirakan pada pukul 18.48.35 WIB. Status waspada artinya Pemda yang berada di status waspada, memperhatikan peringatan dini dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai atau tepian sungai. 

Kemungkinan air laut akan naik ke daratan tetapi kedalaman berkisar kurang dari 0,5 meter.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB RI mengatakan, BPBD setempat telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai.

Sementara itu, lanjutnya, gempa juga dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian timur. Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengan kondisi gelap karena listrik padam. 

Selain itu ada guncangan gempa susulan dirasakan. Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan.

Berdasarkan laporan  BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan pengakhiran peringatan tsunami.

Berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan. Intensitas gempa di Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.

Dengan melihat kondisi tersebut diperkirakan kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan konstruksi tahan gempa, akan mengalami kerusakan jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI. Apalagi saat ini di Kota Mataram intensitas gempa VIII MMI. (FB)