Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

BMKG menyebutkan gempa masih akan terjadi beberapa bulan ke depan, karena itu, Kepala BMKG Dwikorita mengajak warga korban gempa bangkit. (Foto: Hms BMKG)

BMKG menyebutkan gempa masih akan terjadi beberapa bulan ke depan, karena itu, Kepala BMKG Dwikorita mengajak warga korban gempa bangkit. (Foto: Hms BMKG)

Beberapa Bulan Gempa Masih Akan Terjadi, BMKG Ajak Korban Gempa Bangkit



Fitri Burhan

Sabtu, 11 Agustus 2018

Lombok -- serantauriau.news -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat NTB segera bangkit dari duka gempa. 

Ajakan tersebut disampaikan Dwikorita saat mengunjungi sejumlah titik pengungsian di Pringgabaya, Lombok Timur, Jumat (10/8/2018).

"Saya berharap masyarakat Lombok dan korban gempa dapat cepat pulih dan bangkit kembali serta mampu beraktivitas seperti semula. Lombok harus segera bangkit," ungkapnya, seperti dilansir dari portal BMKG.

Bencana alam, menurut dia, merupakan ujian dari Tuhan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan kuat, sehingga harus mampu melewati cobaan tersebut.

"Gempa bumi, longsor, tsunami, banjir bandang, gunung meletus dan lain sebagainya adalah salah satu ujian dari Tuhan. Saya yakin jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insya Allah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Dwikorita juga meminta seluruh korban bencana alam agar bersabar untuk menunggu upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat.

Diketahui, gempa berkekuatan M = 7.0 mengguncang Lombok, Ahad malam (5/8/2018). Pusat gempa diketahui berada di 18 kilometer barat laut Lombok Timur atau pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani, di kedalaman 15 kilometer. Hingga Jumat (10/8/2018), jumlah korban tewas mencapai 321 orang. Gempa juga menyebabkan 270.168 orang mengungsi.

Mengenai gempa susulan, Dwikorita mengatakan bahwa kemungkinan masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan dengan kecendrungan gempa yang semakin melemah secara fluktuatif.

"Kami tetap mengimbau agar warga tetap tenang namun waspada. BMKG secara terus-menerus memantau perkembangan kegempaan ini selama 24 jam dan menginformasikannya kepada masyarakat," imbuhnya.

Hingga Jumat malam10/08/2018 pukul 22:57:38 WIB, tercatat telah terjadi lebih dari 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan sebanyak 20 gempa. Gempa terakhir dirasakan pada jam 22:57:38 WIB sebesar berkekuatan 5 SR dengan kedalaman 10 KM dengan pusat gempa 8.05 Lintang Selatan dan 116.43 Bujur Timur (10 KM Barat Laut Lombok Timur, NTB).

"Dirasakan di Mataram dan Lombok Timur sebesar 1 SIG BMKG ( II MMI). Yang artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang sementara benda-benda ringan yang digantung akan bergoyang," paparnya. (FB/Hms BMKG)