Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Impor Riau Menurunan Drastis, 47,91 Persen

Kepala BPS Riau saat memaparkan mengenai ekspor-impor Riau lewat tayangan di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau saat memaparkan mengenai ekspor-impor Riau lewat tayangan di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Selasa, 14 Agustus 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Nilai impor Riau pada Juni 2018 lalu mencapai US$ 79.20 juta atau mengalami penurunan 47,91 persen. Penurunan ini dibanding nilai impor Mei 2018 yang mencapai US$ 152.04 juta.

Adanya penurunan angka tersebut disebabkan oleh turunnya impor migas dan non migas masing-masing sebesar 96,53 persen serta 34,39 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM menyatakan, penurunan impor non migas Juni 2018 terhadap bulan sebelumnya terjadi pada tujuh golongan barang, yang terbesar antara lain Pupuk sebesar US$ 31.12 juta, Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 4.77 juta, Bahan Kimia Organik sebesar US$ 2.55 juta dan Bahan Kimia Anorganik sebesar US$ 2.30 juta.

"Sedangkan peningkatan impor non migas terjadi pada tiga golongan barang, yaitu Bubur Kayu (Pulp) sebesar US$ 1.34 juta, Kayu, Barang dari Kayu sebesar US$ 0.88 juta, dan Hasil Penggilingan sebesar US$ 0.59 juta," jelas Aden, sebahaimana dilansir daro Pekanbaru.go.id.

Lanjut Aden, selama Januari-Juni 2018, nilai impor Riau mencapai US$ 806.57 juta atau mengalami kenaikan sebesar 48,02 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang besarnya US$ 544.92 juta.

"Peningkatan impor ini disebabkan oleh naiknya impor migas dan impor non migas masing-masing sebesar 11,84 persen dan 58,83 persen," ujar Aden.

Impor non migas selama Januari-Juni 2018 didominasi oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik US$ 243.79 juta (36,59 persen), kemudian Pupuk sebesar US$ 122.58 juta (18,40 persen), Bubur Kayu (Pulp) US$ 64.11 juta (9,62 persen), serta Bahan Kimia Organik US$ 33.60 juta (5,04 persen) dengan kontribusi keempatnya mencapai 69,65 persen.

Secara keseluruhan, impor 10 golongan barang utama non migas pada periode Januari-Juni 2018 memberikan kontribusi sebesar 85,89 persen, terhadap total impor non migas Riau. Sementara itu, kontribusi impor non migas di luar 10 golongan barang utama sebesar 14,11 persen.

"Di sisi pertumbuhan, impor 10 golongan barang utama pada Januari-Juni 2018 mengalami kenaikan sebesar 72,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2017," tutupnya. (FB/Kominfo3)