Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Bahan Makanan Sebabkan Inflasi Tertinggi di Riau

Bahan Makanan Sebabkan  Inflasi Tertinggi di Riau

Bahan Makanan Sebabkan Inflasi Tertinggi di Riau

Fitri Burhan

Senin, 04 Desember 2017

Pekanbaru-serantauriau.news--Bulan November 2017, Riau mengalami inflasi sebesar 0,38 persen.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Ir Aden Gultom, saat berita resmi statistik, Senin (4/12/2017), di kantor BPS Riau.

"Pada November ini, inflasi di Provinsi Riau sebesar 0,38 persen. Terjadi akibat adanya kenaikan indeks harga konsumen pada semua kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,66 persen dengan andil sebesar 0,16 persen," terangnya.

Sementara itu, di Riau pada bulan lalu, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,27 pada Oktober 2017 menjadi 132,77 pada November 2017. Untuk tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 3,69 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun atau Year on Year sebesar 3,92 persen. 

Dikatakan Aden, komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini, di antaranya cabai merah, beras, bawang merah, bayam, apel, cumi-cumi. Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,64 persen dengan andil sebesar 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,37 persen dengan andil sebesar 0,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,35 persen dengan andil sebesar 0,07 persen. Selanjutnya, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen dengan andil sebesar 0,03 persen.

"Baru kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11 persen, dengan andil sebesar 0,01 persen dan kelompok sandang sebesar 0,08 persen dengan andil sebesar 0,005 persen," ulasnya.

BPS mencatat, terdapat 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen dengan tahun dasar 2012=100. Pada Bulan November 2017, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,11 persen, diikuti oleh Meulaboh sebesar 0,88 persen, dan Jambi sebesar 0,83 persen, serta inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,04 persen. 

Di Pulau Sumatera, dari 10 ibukota provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Jambi, Padang dan Medan. (FB)

Area lampiran