Salam Tahniah Hari Guru kepada para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sesungguhnya jasa guru tak berbilang karena tak memang tak terbilang. Tanpamu aku bukan siapa-siapa. ***

Festival Pacu Jalur Dibuka Tari Massal, Libatkan Putra Daerah Kuansing

Merajut perbedaan dalam keberagaman menjadi produk seni khas Kuansing dengan tema : Dek BasamoMako Kan Jadi, inilah karya anak nagori yang diracik oleh Koreografer Budiono SPd dalam tari massal Pembukaan Festival Pacu Jalur 2018. (Foto: Ist)

Merajut perbedaan dalam keberagaman menjadi produk seni khas Kuansing dengan tema : Dek BasamoMako Kan Jadi, inilah karya anak nagori yang diracik oleh Koreografer Budiono SPd dalam tari massal Pembukaan Festival Pacu Jalur 2018. (Foto: Ist)

Andri Satria

Selasa, 28 Agustus 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Festival Pacu Jalur yang akan diadakan di Tepian Narosa Telukkuantan, 29 Agustus - 1 September 2018 sudah terasa menggema jauh hari sebelumnya. 

Termasuk ceremonial pembukaan pacu jalur yang akan diadakan di Lapangan Limuno. Sudah dipersiapkan jauh hari.

Pembukaan pacu jalur besok dengan berbagai arak-arakan adat Kuansing. Termasuk tari massal yang akan ditampilkan oleh 200 peserta gabungan sekolah SMA sederajat di Kuantan Tengah.

Tari massal kali ini mengusung konsep "Dek Basamo Mako Kan Jadi". Dengan tema prosesi adat se-Kuantan Singingi mulai dari prosesi perahu baganduang, jujuang sisampek, mangonji serta banyak kegiatan lain yang mengambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Kuantan Singingi.

Tari massal dikonsep oleh Budiono SPd sebagai koreografer, asli putra daerah Kuantan Singingi, yang berasal dari Lubukjambi. Budiono ialah Ketua Bidang Komite Tari Dewan Kesenian Kuantan Singingi (DKKS), yang diketuai oleh Emi Mursini.

Budiono bekerja sebagai tenaga pengajar di Sekolah Darma Yudha Pekanbaru, sebagai guru seni. Budiono pernah menjadi utusan Kabupaten Kuantan Singingi di Jakarta dalam ajang parade tari tingkat nasional dan berhasil menjadi juara umum.

Ia juga mengukir prestasi di beberapa negara tetangga dengan karya seninya. Pada tahun ini Budiono dipercaya sebagai koreografer tari massal.

Saat berbincang dengan wartawan, Budiono menyampaikan bahwasanya tari massal ini terdiri dari 200 peserta anak sekolah. Ada 20 asisten pelatih, 7 pelatih dari Pekanbaru yang memang anak jati bangsa putra daerah Kuantan Singingi yang memang sudah profesional, mempunyai jejak rekam yang baik. 

"Karena itu kita pilih sebagai asisten pelatih. Sudah saatnya kita di perantauan berkarya di daerah dan memajukan daerah kita sendiri," sebutnya.

Tari ini menggambarkan tentang bagaimana kerja sama dalam masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, yang terdiri dari 15 kecamatan dengan berbagai suku, tradisi dan adat-istiadat yang berbeda. Namun, perbedaan bukan menjadi suatu penghalang untuk memajukan negeri.

Sambungnya, kerja sama itu terlihat dari hasil sebuah tradisi yang disatukan menjadi sebuah ciri khas kota jalur. Seperti sasampek dan dulang di mana memperlihatkan kerja sama ibu-ibu dalam membawa makanan yang dihias serta dibawa dengan cara dijunjung ketika perhelatan acara adat.

"Kerja sama pemuda-pemudi dalam menyambut hari raya Idul Fitri yang digambarkan melalui tradisi perahu baganduang, yang terdiri dari gulang-gulang dan umbul-umbul sebagai lambang dari suatu suku di setiap desa yang ada. Kerja sama ini juga terlihat dari tradisi pacu jalur di mana sudah menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi yang sudah mendunia di mana kerja sama yang baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa," ungkap Budi, sapaan akrabnya.

Ia pun berharap dukungan kepada masyarakat, pemerintah daerah dan semua pihak terkait pada saat pembukaan pacu jalur nanti. Karena setelah tari massal, akan ada randai dengan jumlah 1.000 peserta randai terbanyak. (ANS)