Salam Tahniah Hari Guru kepada para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sesungguhnya jasa guru tak berbilang karena tak memang tak terbilang. Tanpamu aku bukan siapa-siapa. ***

"Dek Basamo Mako kan Jadi" Pukau Penonton Festival Pacu Jalur 2018

Berbagai tradisi mondek-mondek menjujung sasampek atau muda-mudi menjopuik limau manjalang bako dengan Perahu Baganduang, dan Randai Kuantan membuat segenap hadirin turun bajugit, ternukil dalam tari kolosal yang menghibur dan memukau. (Foto: Ist)

Berbagai tradisi mondek-mondek menjujung sasampek atau muda-mudi menjopuik limau manjalang bako dengan Perahu Baganduang, dan Randai Kuantan membuat segenap hadirin turun bajugit, ternukil dalam tari kolosal yang menghibur dan memukau. (Foto: Ist)

Andri Satria

Kamis, 30 Agustus 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Pembukaan Festival Pacu Jalur di Lapangan Limuno, pada Rabu (29/8/2018) disemarakkan tari massal dengan tema "Dek Basamo Mako kan Jadi".

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka perhelatan pacu jalur, dengan memukul gong yang disaksikan seluruh tamu undangan dan penonton. Setelah itu langsung disambut dengan bidal tari massal prosesi adat.

Tari masal ini menggambarkan tentang bagaimana kerja sama dalam masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, yang terdiri dari 15 kecamatan. Dengan berbagai suku, tradisi dan adat istiadat yang berbeda. Namun, perbedaan bukan menjadi suatu penghalang untuk memajukan negeri.

Kerja sama itu terlihat dari hasil sebuah tradisi yang disatukan menjadi sebuah ciri khas kota jalur. Seperti sasampek dan dulang di mana memperlihatkan kerja sama ibu-ibu dalam membawa makanan yang dihias serta dibawa dengan cara dijunjung ketika perhelatan acara adat.

Sementara itu, kerja sama pemuda-pemudi dalam menyambut hari raya Idul Fitri digambarkan melalui tradisi perahu baganduang, yang terdiri dari gulang-gulang dan umbul-umbul sebagai lambang dari suatu suku di setiap desa yang ada. Kerja sama ini juga terlihat dari tradisi pacu jalur, di mana sudah menjadi icon Kabupaten Kuantan Singingi yang sudah mendunia.

Kerja sama yang baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, akan dikenang sampai anak cucu.

Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Indonesia, Dra Esty Reko Astuti bersama Gubernur Riau Ir Arsyadjuliandi Rachman MBA, Kapolda Riau Brigjen Pol Eko Widodo, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Aherson dan Aggota DPRD Riau Supriati hadir sebagai tamu undangan.

Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi, Wakil Bupati H Halim, Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SIK SH dan Datuk Bisai Limo Koto di Tongah, Edyanus Herman Halim SE MM menyambut tamu para pejabat yang hadir.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan dinobatkannya Tradisi Pacu Jalur sebagai budaya masyarakat Kuansing, terfavorit pada Pesona Budaya Indonesia tahun 2017.

Ia berharap tradisi pacu jalur tetap dapat dilestarikan dengan baik.

Sementara itu, persembahan tari massal dengan 200 peserta, ditutup dengan randai terbanyak.

Tema "Dek Basamo Mako kan Jadi" juga mempunyai makna dan pesan yang sampai kepada penonton, bahwasanya, masyarakat Kuantan Singingi kuat rasa simpati dan gotong-royong serta tetap menjaga adat, tata krama serta sopan santun.

Tari massal dikoreograferi oleh Boediono SPd, Ketua Komite Tari DKKS, yang juga putra Kuansing, bekerja di Pekanbaru. (ANS)