Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Pembukaan Festival Pacu Jalur Diikuti Antusiasme Penari Provinsi Tetangga

Tari Manyakok yang diangkat dari tradisi Pangean mengalami pergeseran dan nyaris punah, tampil kembali pada pembukaan Festival Pacu Jalur 2018 oleh Himakusi Padangpanjang. (Foto: Ist)

Tari Manyakok yang diangkat dari tradisi Pangean mengalami pergeseran dan nyaris punah, tampil kembali pada pembukaan Festival Pacu Jalur 2018 oleh Himakusi Padangpanjang. (Foto: Ist)

Andri Satria

Kamis, 30 Agustus 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Perhelatan pacu jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan pada tahun 2018 ini diikuti antusiasme provinsi tetangga, dalam menampilkan kebolehan mereka.

Ketika pembukaan pacu jalur 2018 di Lapangan Limuno Teluk Kuantan, Rabu (29/8/2018), tampil penari-penari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Sumbar. Ditampilkan Tari Manyakok yang dibawakan oleh Himakusi Padang Panjang.

Tari Manyakok ternyata bukan tarian dari Sumbar. Tarian ini merupakan salah satu tari tradisional masyarakat Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi.

Terciptanya tari ini dilatarbelakangi oleh kegiatan masyarakat pada masa lampau. Tarian mengambarkan rutinitas kehidupan masyarakat Pangean sehari-hari dalam menangkap ikan.

Awalnya tari ini sangat berperan di dalam masyarakat. Sesuai dengan perkembangan teknologi, Tari Manyakok banyak mengalami pergeseran bahkan nyaris akan punah. Selain dari itu, apabila ditinjau dari segi estetikanya, tari ini masih sangat sederhana dan belum memiliki pola yang tertata sesuai dengan ilmu komposisi tari.

Sehubungan dengan kondisi demikian,  sebagai dosen di bidang seni, merasa bertanggung jawab untuk melestarikan kembali tari tradisi Manyakok melalui hibah penelitian strategis Ristek Dikti. Dengan cara mengembangkan tari tersebut dari komposisinya, sehingga melahirkan bentuk baru karya komposisi tari yang diberi judul Tari Manyakok Ceria.

Tim peneliti itu terdiri dari Idun Ariastuti SSn MSn, Risnawati SSen M Hum dan Dra Yarlis MSn.

Idun Ariastuti mengatakan, penelitian tersebut diberi judul "Pemodernan Tari Tradisi Manyakok Sebagai Upaya Pelestariannya Melalui Program Wisata Pacu Jalur pada Masyarakat Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Riau."

Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kembali tari tradisi Manyakok sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Selain dari itu, tari ini sebagai budaya masyarakat, dapat hidup dan berkembang kembali dalam masyarakat pendukungnya. Kita berharap bentuk baru karya komposisi tari tradisi Manyakok yang diberi judul berdasarkan kesepakatan dengan Bapak Bupati dan Ibu beserta jajaran," sebutnya. (ANS)