Selamat Idul Adha, 10 Zulhijjah 1443 H. Semoga kita dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan serta kesabaran Ibrahim AS, Ismail AS dan Siti Hajar RA. dalam melaksanakan perintah Qurban. Mohon maaf lahir dan batin. ***

 

Inflasi Riau Bulan Agustus Sangat Rendah

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai tingkat inflasi/deflasi di Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai tingkat inflasi/deflasi di Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Senin, 03 September 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Inflasi di Riau sangat rendah, pada Agustus 2018 lalu. Provinsi Riau hanya mengalami inflasi sebesar 0,05  persen.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, saat merilis Berita Resmi Statistik, Senin  siang (3/9/2018).

"Ya, angka demikian kategori sangat rendah. Inflasi sebesar 0,05 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,49," sebutnya, di lantai 2 Kantor BPS Riau.

"Dengan demikian, Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,54 persen dan Inflasi Year on Year (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 2,96 persen," jelasnya. 

Inflasi Riau bulan Agustus 2018, lanjutnya, terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,63 persen. Diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen.

Adapun, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau, antara lain cabai merah, air kemasan, telur ayam ras, beras, ketimun, biaya taman kanak-kanak, rokok kretek filter, cabai rawit, ketupat/lontong sayur.

"Bahan makanan masih menjadi penyebab inflasi. Lalu rokok, sebagaimana sering saya sampaikan, rokok tak pernah sebabkan deflasi. Tetapi selalunya menyebabkan inflasi karena harganya selalu naik," ucap Aden.

Untuk dua kelompok mengalami deflasi, yakni kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,02 persen serta kelompok sandang sebesar 0,30 persen. Komoditas yang memberikan andil deflasi, antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, jengkol, bayam, emas perhiasan.

Ditambahkan, dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, satu kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,19  persen. Sedangkan dua kota lainnya mengalami deflasi. Yakni Dumai sebesar 0,34 persen dan Tembilahan sebesar 0,53 persen. 

Sementara itu, untuk tingkat nasional, sebagaimana dijelaskan Kepala BPS RI Dr Suhariyanto ketika teleconference berita resmi statistik di kantor BPS Riau, pada Agustus 2018 Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,49 persen dengan IHK sebesar 134,76 dan terendah terjadi di Jember sebesar 0,01 persen. IHK Jember sendiri sebesar 129,38. (FB)