Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadan 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan serta amal ibadah kita dilipatgandakan dan diterima Allah SWT. Aamiin Yra.***

Terminal BBM Tanjunguban, Satu dari 10 Nadi Penyalur B20 di Indonesia

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo. (Foto: Ist)

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo. (Foto: Ist)

Fitri Burhan

Ahad, 16 September 2018

Tanjunguban - serantauriau.news - PT Pertamina (Persero) memiliki 10 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Utama yang menerima FAME (Fatty Acid Methyl Eter) dan menyalurkan *Biosolar* 20 persen (B20) ke TBBM di sekitarnya. Salah satunya Terminal BBM Tanjunguban, di Bintan.

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo, menjelaskan TBBM Tanjunguban sebagai Terminal Utama diestimasikan menyerap FAME sekitar 8.700 KL per-bulan. FAME yang diblending dengan Solar menjadi *Biosolar* B20, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah TBBM sekitarnya antara lain TBBM Kijang, Kabil-Batam, dan Natuna.

“Terminal BBM Utama ini tidak hanya menyalurkan B20 ke TBBM tetapi juga *melayani kebutuhan B20 untuk* SPBU, SPBB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker), dan *konsumen industri setempat*. Kami memiliki 10 TBBM Utama yang fungsinya sama dengan TBBM Tanjunguban ini,” kata Gandhi Sriwidodo, seperti dilansir dari pertamina.go.id.

Kesepuluh TBBM yang menjadi urat nadi penyaluran B20 Pertamina selain Tanjunguban, yakni Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Kupang, Pontianak, Makassar, Bau-Bau, Bitung dan Wayame Ambon.

Terminal BBM Tanjunguban, dibangun di atas area seluas 247 Ha, Terminal BBM Tanjunguban, lanjut Gandhi, saat ini memiliki tangki timbun dengan kapasitas *total* sekitar 200.000 KL, dilengkapi dengan fasilitas blending, dan diperkuat dengan 7 *dermaga* untuk *operasional* penerimaan dan pengiriman berbagai produk BBM dan LPG.

Selain *Biosolar* B20, TBBM Tanjunguban ini juga menyalurkan bahan bakar jenis Premium, Kerosine, dan Pertamax *Turbo* yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumatra bagian utara, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan Barat.

“Tanjungubah memiliki peran yang sangat strategis untuk menyediakan energi, khususnya BBM bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan sekitarnya," kata Gandhi. (FB/*)