Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Akibat Bakar Sampah Menyiang Kebun, 10 Hektar Lahan Jadi Abu

Noatnya cuma hendak membakar sampah dati pembersihan kebun, eh api malah merambat memberangus 10 hektar lahan. (Foto: Ist)

Noatnya cuma hendak membakar sampah dati pembersihan kebun, eh api malah merambat memberangus 10 hektar lahan. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Senin, 17 September 2018

Rengat - serantauriau.news - Sepuluh hektar lahan terbakar, Sabtu (15/9/2018) pukul 16.00 WIB. Kebakaran lahan ini terjadi di Desa Siambul Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Inhu.

Sebagaimana dikatakan Ali Masri (57), seorang PNS, staf UPTD Kecamatan Batang Gangsal, pada pukul 08.30 WIB, ia bersama dengan menantunya, Femmy Suhariyanto hendak pergi ke kebun. Kebun Ali terletak di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal.

Dengan maksud ingin menyisip bibit atau tanam ulang sawit, keduanya berangkat ke kebun. Sebelum berangkat ke kebun, saksi Ali ini sempat mengingatkan Femmy, agar jangan membakar lahan. Sebab lagi musim kemarau.

Namun demikian, sesampainya di kebun, Ali memotong kayu atau membersihkan kebun. Sekitar setengah jam sampai di kebun, Ali melihat api. Kemudian Ali menyuruh Femmy untuk memadamkan api.

Berdua mereka sempat berjibaku memadamkan api.

Ternyata, Femmy telah melakukan pembakaran lahan hingga api cepat merembet.

Dikatakan Ali, ia sama sekali tidak melihat saat menantunya bakar lahan. Ali mengaku hanya mengetahui api berasal dari tumpukan rumput dan daun-daun kayu kering yang ditumpuk Femmy. Ketika kejadian, Ali hanya melihat api yang menjalar di lahan tersebut sekitar 10x10 meter. Namun tidak mampu untuk dipadamkan.

Adapun jarak saksi dengan menantunya Femmy hanya sekitar 15 meter.

Lalu Ali bersama menantunya pulang ke rumah pada pukul 20.00 WIB. Saat ditinggalkan, api di lahan masih menyala.

Sementara itu, Femmy Suhariyanto (26) mengaku telah melakukan pembakaran lahan di sekitar kebun mertuanya. Ia juga mengaku membersihkan lahan pakai parang dan menumpukkan daun-daun serta rumput, kemudian membakar pakai mancis atau korek api warna merah.

"Tumpukan daun dan rerumputan setelah dibakar kemudian ditinggalkan sekitar 30 menit, untuk menebas atau membabat rumput di tempat lain," jelas Femmy.

Kemudian Femmy melihat api sudah besar dan menjalar. Dikarenakan juga pada saat itu angin agak kencang dan di lahan kebun, rerumputan sudah dalam keadaan kering. Mudah sekali terbakar.

Setelah dilakukan upaya pemadaman, api tetap menjalar. Akibat pembakaran tersebut, luas areal yang terbakar kurang lebih 10 hektar.

Petugas Polsek Batang Gangsal yang mendapat laporan adanya kebakaran lahan ini, langsung turun ke lokasi. Akibat aksi pembakaran yang dilakukannya, Femmy ditahan di Mapolsek Batang Gansal. (AS)