serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Sadis, Fariz Siswa SMP Dibunuh Begal

Mencurigai bercak darah di semak-semak sekitar Desa Pulau Kumpai, jenazah Fariz ditemukan setelah diselami ke dasar Sungai Kuantan, lalu dievakuasi masyarakat. (Foto: Dok SRN/ISB)

Mencurigai bercak darah di semak-semak sekitar Desa Pulau Kumpai, jenazah Fariz ditemukan setelah diselami ke dasar Sungai Kuantan, lalu dievakuasi masyarakat. (Foto: Dok SRN/ISB)

Fitri Burhan

Rabu, 26 September 2018

Baserah - serantauriau.news - Sunggih tragis nasib Fariz, yang nerdomisili di Baserah. Pelajar kelas 1 SMPN Kuantan Hilir ini harus mengakhiri hidup dengan amat mengenaskan. Ia ditemukan tewas, Rabu (26/9/2018), di Sungai Kuantan, tepatnya di wilayah Desa Pulau Kumpai Pangean.

Sebelum ditemukan tewas, masyarakat Baserah dan Pangean sempat geger. Karena, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (25/9/2018), Fariz menghilang. Tak kunjung pulang ke rumah.

Sehingga masyarakat di dua kecamatan bertetangga itu sibuk mencari tahu keberadaan anak dari Novrion SSos, mantan Camat Pangean, Logas Tanah Darat dan Sekcam Kuantan Hilir itu.

Diduga, anak kedua dari Novrion ini tewas akibat dibegal oleh sejumlah pemuda yang diperkirakan juga masih berstatus sebagai pelajar. Karena kendaraan yang digunakan Fariz dilarikan oleh pelaku diduga untuk dijual.

Namun niat mereka untuk mendapatkan uang dari hasil begal itu berakhir. Karena aparat kepolisian bersama warga sudah berhasil mengamankan dan menangkap pelaku.

Hampir 24 jam, keberadaan Fariz tak diketahui. Masyarakat bersama aparat Polri dan TNI terus mencari. Sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah warga menemukam bercak-bercak darah di semak-semak belukar yang ada di wilayah Pulau Kumpai. Tepatnya, di wilayah perbatasan Desa Kepala Pulau Baserah, Kuantan Hilir dengan Desa Pulau Kumpai, Pangean.

Keberadaan Fariz terus dicari. Berjarak sekitar 10 meter dari bercak-bercak darah itu, masyarakat curiga kalau tubuh Fariz ada di sekitar sungai. Sehingga warga berupaya menyelam ke dasar sungai.

Akhirnya, tubuh Fariz berhasil ditemukan yang masih tenggelam. Dengan tangan menyangkut ke akar-akar pohon yang berdiri kokoh di tebing sungai.

"Iya, kami ikut menyelami. Kami temukan tubuh anak itu tenggelam di dasar sungai. Tangannya menyangkut ke akar-akar. Tentu, melihat kondisi tubuh korban, kami sangat prihatin," ujar Bujang, warga Pulau Kumpai Pangean. (FB/JB)