serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Pijar Melayu Desak Sanksi Bagi Perusahaan Cemari Sungai di Logas

Dengan kasat mata diketahui bahwa kondisi fisik air Sungai Tesso menghitam dan tercemar oleh limbah perusahaan yang beroperasi di sekitarnya. (Foto: Ist)

Dengan kasat mata diketahui bahwa kondisi fisik air Sungai Tesso menghitam dan tercemar oleh limbah perusahaan yang beroperasi di sekitarnya. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Selasa, 02 Oktober 2018

LTD - serantauriau.news - Ada perusahaan cemari air sungai di Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD) Kabupaten Kuansing. Namun hingga kini, perusahaan itu tenang-tenang saja.

Perusahaan yang mencemari air sungai tersebut dikecam berbagai pihak. Salah satunya disampaikan Lembaga Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat Melayu (Pijar Melayu).

Kepada serantauriau.news, Direktur Eksekutif Pijar Melayu Rocky Ramadani SP menyayangkan tercemarnya Sungai Tesso yang diduga dilakukan oleh PT CRS. Perusahaan ini diduga melakukan pencemaran lingkungan, hingga menyebabkan air sungai di Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD) itu berubah menjadi hitam.

"Ini patut menjadi perhatian semua pihak karena PT CRS sepanjang tahun 2018, sudah lebih dari satu kali diduga mencemari lingkungan. Sebelumnya juga terjadi di kisaran bulan Mei 2018," sebutnya, Senin (1/10/2018).

Pemerintah Kuansing didesak segera menindak tegas perusahaan itu.

"Sanksi tegas untuk perusahaan yang mencemari lingkungan," tegasnya.

Jangan ditunggu ada korban jiwa terlebih dahulu. Baru diberikan sanksi. Dilanjutkannya, jika perlu usir saja perusahaan itu dari Kuansing, bila hanya merugikan saja.

Pijar Melayu sebagai kelompok kajian strategis menilai bahwa perusahaan tersebut telah melanggar Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 pasal 69, mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan lain sebagainya.

Selain itu, dokumen AMDAL perusahaan patut diaudit karena sudah beberapa kali kejadian yang sama terjadi di Kuansing. (RLS/*)