serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kuansing, Ikuti Pelatihan Bordir-Sulam-Membatik

Songsong peluang, Kadis Kopdagrin bersama Sekretaris Hj Yusnaningsih SPd, Kabid Perindustrian Asnita SE dan Kabid Koperasi Yuhepri SSos temui Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Padang Hendro Kuswanto SE MM, Jumat (5/10/2018). (Foto: Ist)

Songsong peluang, Kadis Kopdagrin bersama Sekretaris Hj Yusnaningsih SPd, Kabid Perindustrian Asnita SE dan Kabid Koperasi Yuhepri SSos temui Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Padang Hendro Kuswanto SE MM, Jumat (5/10/2018). (Foto: Ist)

Irwan S Benai

Sabtu, 06 Oktober 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Meningkatkan ekonomi masyarakat, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kabupaten Kuantan Singingi menjalin kerja sama, dengan Balai Diklat Industri (BDI) Kementerian Perindustrian Regional I Padang.

Kerja sama ini dalam bentuk pelatihan bordir, sulam dan membatik.

Disampaikan Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuansing Drs Azhar MM, Sabtu (6/10/2018) bahwa Kementerian Perindustrian RI melalui Balai Diklat Industri Padang untuk tahun 2019, memiliki program pelatihan bordir, sulam dan membatik.

"Pembiayaannya sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Perindustrian, sangat disayangkan kalau peluang ini kita sia-siakan," lanjut Azhar.

Untuk menangkap peluang ini maka Kepala Dinas Kopdagrin bersama Sekretaris Hj Yusnaningsih SPd, Kabid Perindustrian Asnita SE dan Kabid Koperasi Yuhepri SSos langsung menemui Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Padang Hendro Kuswanto SE MM, Jumat (5/10/2018).

Dari hasil kunjungan tersebut maka untuk tahun 2019, BDI Padang memberikan kesempatan kepada masyarakat Kuantan Singingi untuk mengikuti pelatihan membordir, menyulam dan membatik.

"Yakni dalam dua angkatan, di mana masing-masing angkatan berjumlah 70 orang. Berarti total seluruhnya berjumlah 140 orang dan pelaksanaan Diklat masing-masing angkatan dilaksanakan selama 18 hari," jelas Azhar.

Azhar berharap kepada masyarakat Kuantan Singingi yang berusia 18 tahun sampai 35 tahun, agar memanfaatkan peluang ini. Apalagi pelatihannya tidak dipungut biaya serupiah pun.

"Kita memang sudah memiliki sentra batik dan bordir yang dibina oleh pemerintah melalui Dekranasda. Bahkan kita juga sudah memiliki motif batik khas daerah yang sudah dipatenkan. Tapi kita masih kekurangan tenaga membatik dan membordir," ucapnya.

Dengan mengikuti pelatihan ini, nanti diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang pandai menenun, membordir dan membatik. Hingga dapat menumbuhkan industri-industri mikro dan kecil yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ISB)