DPR Harus Komit Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.   ***  Lewati Proses Panjang Berliku, Akhirnya  Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru Dilantik.  ***  Tujuh Proyek Multi Years yang 2018 Batal, Jadi Kegiatan Reguler 2019. ***

 

 

Diantara anak beruang yang di temu kanoleh  karyawan PT. Rara Abadi yang dierahkan ke Balai besar KSDA Riau. (Foto:Ist)

Diantara anak beruang yang di temu kanoleh karyawan PT. Rara Abadi yang dierahkan ke Balai besar KSDA Riau. (Foto:Ist)

Penyelamatan Tiga Anak Beruang di Kandang Transit Balai Besar KSDA Riau



Serantau Riau

Rabu, 10 Oktober 2018

Pangkalankuras - serantauriau.news - Seekor anak beruang _(Helarctos malayanus)_ betina berumur sekitar 2 bulan, diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau pada 8 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB.

Anak beruang ditemukan oleh karyawan PT Arara Abadi di areal HTI yang sedang panen di Desa Dundangan, Kecamatan Pangkaran Kuras, Kabupaten Pelalawan.

Pada saat ditemukan, anak beruang masih sangat kecil. Karena di areal tersebut sedang dilakukan pemanenan dan terdapat alat berat yang sedang bekerja, maka anak beruang diselamatkan terlebih dahulu setelah karyawan berupaya mencari dan  berharap induk beruang akan datang untuk membawa anaknya.

Namun induk yang diharapkan tidak terlihat. Karena karyawan takut jika anak beruang ditinggalkan akan mati atau dimangsa satwa lain, maka salah satu karyawan  berinisiatif membawanya pulang untuk diberi susu kaleng.

Setelah menunggu cukup lama tidak juga muncul induknya di areal tersebut, maka bayi beruang segera diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau. Di sekitar lokasi temuan, pencarian induk beruang  masih terus dilakukan.

Untuk saat ini terdapat tiga ekor anak beruang di kandang transit Balai  Besar KSDA Riau, di mana sebelumnya ada dua ekor anak beruang yang diserahkan. Satu ekor beruang betina berumur kurang lebih 5 bulan berasal dari penyerahan warga di Rengat, Kab. Indragiri Hulu dan satu ekor anak beruang jantan berumur sekitar 3 bulan  diserahkan oleh seorang karyawan PT Arara Abadi  saat yang bersangkutan melakukan pemanenan di areal HTI di Perawang, Kabupaten Siak.

Menurut keterangan Drh Rini Deswita, ketiga anak beruang saat ini dalam kondisi sehat dan belum dapat dilepas-liarkan mengingat ketiganya masih terlalu kecil sehingga harus diberi asupan susu sampai berumur sekitar dua tahun dan betul betul siap untuk dilepas-liarkan.(AS)