Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Terkait Elpiji 3 kg, Komisi II DPRD Rohul dan Disperindag Sidak Rumah Makan dan Pangkalan Nakal

Hearing Komisi II DPRD Rohul dengan Disperindag, akan menertibkan distribusi elpiji bersubsidi kepada masyarakat kurang mampu.

Hearing Komisi II DPRD Rohul dengan Disperindag, akan menertibkan distribusi elpiji bersubsidi kepada masyarakat kurang mampu.

Mita

Selasa, 09 Januari 2018

Pasirpengaraian-serantauriau.news-Komisi II DPRD Kabupaten Rokan Hulu gandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menindak tegas pangkalan elpiji 3  kg yang nakal, yang mendistribusikan elpiji bersubsidi itu tidak pada sasarannya. Tak hanya itu, restoran, rumah makan dan warung nasi uduk juga akan disidak, untuk meluruskan kembali jalur pendistribusian elpiji 3 kg.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Rokan Hulu, Sumiartini, dalam hearing Komisi II DPRD Rohul dengan disperindag Senin (7/01/2018), berdasarkan data Disperinag, kelangkaan elpiji 3 kg bukan diakibatkan pengurangan kuota , karena kuota untuk Rokan Hulu mencapai 259.000 tabung per bulan, namun kelangkaan terjadi disebabkan kesalahan dalam pendistribusian elpiji bersubsidi itu.

'' Seharusnya tidak memakai elpiji 3 kg, turut membeli. Itu pun membeli dalam jumlah banyak, sampai 10 tabung. Saya lihat sendiri dengan mata kepala saya. Bahkan ada juga pns yang turut membeli. Padahalkan tidak boleh .  Yang seperti itulah yang harus ditertibkan dan diberi pemahaman,'' ungkap Sumiartini.

Untuk itu Komisi Ii dalam waktu dekat bakal turun menyidak rumah makan atau warung makan. Jika kedapatan akan dikenakan sanksi. Tak hanya warung makan atau restoran, pangkalan elpiji 3  kg di Rokan Hulu juga akan disidak. Jika ditemukan pangkalan nakal yakni pangkalan yang menjual elpiji 3 kg ke pembeli yang tidak berhak memakai elpiji bersubsidi tersebut, maka pangkalan itu akan ditutup dan rekom usaha pangkalannya akan dicabut.(MTA)