serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Masyarakat Kenegerian Taluk Kuantan Kritisi Pemerintahan Mursini-Halim

Hasil Mubes Kengerian Takluk Kuantan yang mengkritisi sejumlah kebijakan dan perilaku pemimpin di mana hadilnya diserahkan kepada Bupati Mursini didampingi Sekda Dianto Mampanini. (Foto: Ist)

Hasil Mubes Kengerian Takluk Kuantan yang mengkritisi sejumlah kebijakan dan perilaku pemimpin di mana hadilnya diserahkan kepada Bupati Mursini didampingi Sekda Dianto Mampanini. (Foto: Ist)

Irwan S Benai

Rabu, 24 Oktober 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Masyarakat Kenegerian Taluk Kuantan, sukses mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Rabu (24/10/2018).

Secara bersama disikapi perkembangan terakhir dari proses pelaksanaan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah, di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sejumlah poin hasil kesepakatan masyarakat dalam Mubes ini, di antaranya, sebagai pendukung terbesar dari kemenangan pasangan Mursini-Halim pada Pilkada yang lalu, maka setelah beberapa tahun berjalannya pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, di bawah kepemimpinan Drs H Mursini MSi-H Halim, dipandang perlu adanya masukan pemikiran maupun tuntutan konstituen pemilih, bagi terselenggaranya pelaksanaan pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi. Khususnya di Kenegerian Taluk Kuantan sebagai ibukota kabupaten. 

Memperhatikan perkembangan dan dinamika yang terjadi, baik secara nasional maupun global, maka sangat diperlukan keseriusan dan kehati-hatian daerah dalam menjalankan program pembangunan. Agar lebih efisien, efektif dan optimal serta terarah pada sasaran yang tepat.

Sejalan dengan semakin mengecilnya anggaran, sudah selayaknya dilakukan penajaman-penajaman dalam skala prioritas pembangunan, dengan mengedepankan sebesar-besarnya pada kepentingan rakyat banyak. Juga diperhatikan urgensinya bagi program perbaikan kualitas hidup masyarakat. 

Selama perjalanan pemerintahan yang sudah terjadi dalam pantauan dan 

analisa, belum terlihat adanya sinergi kebijakan dan kesamaan pandangan 

antara Bupati-Wakil Bupati serta Sekretaris Daerah dalam melaksanakan program pembangunan. Sehingga lebih banyak menimbulkan ketidakpastian dan kebingungan masyarakat.

Hal ini ditandai dengan terkuaknya berbagai kesalahpahaman dan perseteruan antara ketiga komponen kepemimpinan tersebut, di media massa. Hingga menjadi bahan cemoohan bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dan masyarakat lainnya. Tidak saja dapat menurunkan wibawa masing-masing pemimpin, tetapi juga dapat menurunkan marwah masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi secara umum. 

Termasuk juga hubungan antara eksekutif dengan legislatif. Sering terlihat pada acara yang diselengarakan oleh pihak eksekutif, ketua DPRD tidak hadir. Masih segar dalam ingatan saat pelantikan Bupati Drs H Mursini Msi dan Wakil Bupati H Halim, Ketua DPRD tidak hadir. Dalam perjalanan waktu kelembagaan DPRD lebih terkesan sebagai lembaga oposisi terhadap pemerintahan atau eksekutif. (ISB)