Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Cabai Merah dan Beras Naik Harga Lagi, Sebabkan Inflasi

Kepala BPS Riau dalam pemaparan inflasi di Riau, yang ditayangkan lewat slide. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau dalam pemaparan inflasi di Riau, yang ditayangkan lewat slide. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Kamis, 01 November 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Bahan makanan masih menjadi komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau. Di antaranya cabai mer

ah, beras dan ikan serai.

"Pada Oktober 2018, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,72. Sedangkan Inflasi Tahun Kalender (Januari - Oktober 2018) 1,72 persen dan Inflasi Year on Year (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) 2,61 persen," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, Kamis siang (1/11/2018) di kantornya. 

Secara detail, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, cabai merah, beras, rokok kretek, rokok kretek filter, bensin, pasir, ikan serai. Sementara itu, komoditas yang memberi andil deflasi antara lain daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, ketimun.

Bahan makanan umumnya sebabkan inflasi. Karena pada Oktober lalu, harga cabai merah dan beras naik lagi. Kemudian selain itu, rokok juga penyebab inflasi. "Sebagaimana selalu saya katakan, rokok selalu sebabkan inflasi, harganya selalu naik," jelasnya, saat berita resmi statistik BPS mengenai perkembangan indeks harga konsumen/inflasi di Riau.

Inflasi Riau Oktober 2018, lanjutnya, terjadi karena kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran. Yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,44 persen, diikuti kelompok sandang 0,34 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen. Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, dua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,46 persen, Dumai 0,50 persen, sedangkan Tembilahan deflasi 0,04 persen. 

Untuk tingkat nasional, Negara Indonesia pada Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Seperti dijelaskan Kepala BPS RI Dr Suhariyanto, ketika teleconference di kantor BPS Riau, inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Palu sebesar 2,27 persen. Akibat bencana gempa dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk inflasi terendah terjadi di Cilegon sebesar 0,01 persen. (FB)