Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Kunjungan Wisman 1,35 juta, Pemerintah Harus Kerja Keras Tarik Pelancong

Pulau Kelor di Labuan Bajo dapat menjadi salah satu objek wisata yang dipromosikan untuk menarik minat Wisman. (Foto: Facebook Pariwisata Indonesia)

Pulau Kelor di Labuan Bajo dapat menjadi salah satu objek wisata yang dipromosikan untuk menarik minat Wisman. (Foto: Facebook Pariwisata Indonesia)

Fitri Burhan

Jumat, 02 November 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Indonesia masih rendah bila dibandingkan kunjungan pelancong ke negara tetangga. Kerja keras pemerintah harus lebih ditingkatkan untuk menggenjot kunjungan Wisman.

Sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis, Kamis siang (1/11/2018), jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia pada September 2018 mencapai 1,35 juta kunjungan. Dibandingkan dengan Agustus 2018, jumlah kunjungan Wisman pada September 2018 mengalami penurunan sebesar 10,56 persen.

Kepala BPS RI Dr Suhariyanto, ketika teleconference di kantor BPS Riau, Kamis siang (1/11/2018) memaparkan hal tersebut. Sebagaimana selalu dinyatakannya pada setiap berita resmi statistik tiap awal bulan, Pemerintah RI memang harus lebih giat lagi memancing Wisman untuk berkunjung. Antara lain dengan lebih gencar promosi objek wisata di Indonesia. 

Ditambahkan Suhariyanto, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada September 2018 memang naik 8,11 persen dibanding jumlah kunjungan pada September 2017 lalu. Yaitu dari 1,25 juta kunjungan menjadi 1,35 juta kunjungan. Namun jumlah kunjungan ini bukan termasuk tinggi dibandingkan kunjungan Wisman ke negara lainnya. 

Adapun secara komulatif (Januari-September 2018), jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia mencapai 11,93 juta kunjungan atau naik 11,81 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Wisman pada periode yang sama tahun 2017, yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.

Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia, pada September 2018 mencapai rata-rata 58,95 persen atau naik 0,53 poin, dibandingkan dengan TPK September 2017 yang tercatat sebesar 58,42 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Agustus 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada September 2018 mengalami penurunan sebesar 1,06 poin. TPK hotel klasifikasi bintang September 2018 mencapai 58,95. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2018 juga tercatat sebesar 1,97 hari. Tidak mengalami perubahan jika dibandingkan keadaan September 2017.

Dibandingkan negara tetangga, jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia bukan apa-apa. Salah satunya Negara Thailand, yang mendapat prediket sebagai negara dengan jumlah kunjungan pelancong luar negeri paling tinggi di dunia. Hal ini sebagai efek dari pengelolaan secara serius kawasan wisata Thailand. Di samping juga alamnya yang mempesona di kawasan selatan Thailand, dengan pantai-pantai indah mempesona. 

Tampaknya pemerintah Indonesia perlu meniru apa yang dilakukan Thailand terhadap sektor pariwisatanya. Sebab kenyataannya, pemasukan dari kunjungan pelancong asing tidak bisa dipandang sebelah mata. (FB)