Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Kadisparbud Kukuhkan Pok Darwis, Begini Pesona Bendungan Alam Sungai Paku

Kepala Disparbud Kampar diwakili Kabid Promosi mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Ahad petang (4/11/2018)(Foto: Ist)

Kepala Disparbud Kampar diwakili Kabid Promosi mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Ahad petang (4/11/2018)(Foto: Ist)

Khairunnisa

Senin, 05 November 2018

Lipatkain - serantauriau.news - Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar resmi dikukuhkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar diwakili Kepala Bidang Promosi Nur Azman SSos MSi, Ahad (4/11/2018) petang di Desa Sungai Paku.

Pelantikan ini dihadiri juga perwakilan dari Camat Kampar Kiri, Kapolsek, tokoh masyarakat Kampar Kiri yang juga mantan Kepala Desa Sungai Paku Ahmad Syukur,  Ketua PWI Kabupaten Kampar Akhir Yani, dan disaksikan ratusan pengunjung.

Pengurus Pok Darwis Alam Bendungan Sungai Paku periode 2018-2023 yang dikukuhkan dan dilantik sebanyak 15 orang. Diantara pengurus yang dilantik adalah Ketua Ilham Rasyid ST,

Sekretaris Muhammad Rizki Ibrahim dan

Bendahara Budiman.

Pengukuhan Pok Darwis Sungai Paku diramaikan dengan Festival Layang-layang yang telah dimulai sejak Sabtu (3/11/2018)  dan Lomba Pembuatan Rakit Layar Hias Ahad (4/11/2018).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar yang diwakili Kabid Promosi Nur Azman dalam pengarahannya menyampaikan, pengukuhan Pok Darwis ini diharapkan mampu menggarap potensi wisata di Bendungan Alam Sungai Paku dan membuat lokasi ini berkembang menjadi daerah tujuan wisata. Ia berpesan agar antara pengurus jangan saling iri hati sehingga objek wisata ini akan memberikan dampak ekonomi baik bagi pengurus maupun masyarakat.

Ia menambahkan, jika pariwisata bisa dikelola dengan baik maka akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. "Dari 35 objek wisata di Kabupaten Kampar, uang berputar lebih dari Rp 35 miliar dan 1,5 juta wisatawan lebih," ungkap Nur Azman.

Ia menghimbau masyarakat bekerja sama dengan petinggi kampung, Polsek, camat dan bersinergi dengan pengurus Pok Darwis sehingga wisata Alam Bendungan Sungai Paku menjadi lebih maju dan lebih baik.

Nur Azman juga menyarankan agar pengurus membuat iven yang bisa menaikkan rating Pok Darwis.

"Tetapkanlah tarif yang tidak terlalu mahal. Yang paling penting ciptakan Sapta pesona yang didalamnya, bersih, indah, aman, sejuk dan yang penting ramah dan selalu tersenyum kepada pengunjung yang datang," pesan Nur Azman.

Pengukuhan Pok Darwis Alam Bendungan Sungai Paku dan pembukaan objek wisata ini ditandai dengan pemotongan pita menuju dermaga Bendungan Sungai Paku dan melepaskan benih ikan baung.

Ketua Pok Darwis Alam Bendungan Sungai Paku Ilham Rasyid, ST siap untuk melaksanakan amanah yang disampaikan Pemkab Kampar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. 

Dikatakan Ilham, salah satu keinginan mereka adalah melakukan pengembangan kawasan ini dan pengembangan wahana sehingga semakin banyak masyarakat tertarik berkunjung ke Bendungan Sungai Paku.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengurus siap bersinergi dengan seluruh pihak agar Objek Wisata Alam Bendungan Sungai Paku semakin ramai dikunjungi wisatawan. 

Wisata Alam Bendungan Sungai Paku memiliki keunggulan bahwa lokasi ini benar-benar terasa suasana alamnya. Keindahan alamnya didukung dengan udara yang segar. Masyarakat bisa menikmati wisata air sekaligus memancing di area ini. 

Tokoh masyarakat Kampar asal Kampar Kiri yang juga mantan Kepala Desa Sungai Paku Ahmad Syukur mengungkapkan, bendungan yang dibangun sejak tahun 1978 ini awalnya dibangun untuk kepentingan irigasi bagi masyarakat Sungai Paku sekitarnya. Masyarakat banyak menggunakan air dari irigasi untuk mengalirkan air ke kolam mereka dan untuk kebutuhan MCK.

Kawasan bendungan mencapai 25 hektare. Melihat potensi yang ada dan semakin ramainya kunjungan ke daerah ini, maka pada tahun 2017, sekelompok pemuda dan masyarakat berinisiatif untuk mengelola wisata di lokasi bendungan dan waduk sehingga terbentuklah Pok Darwis Alam Bendungan Sungai Paku. 

Kini, selain memiliki potensi wisata yang luar biasa dengan segala keindahannya, Waduk Bendungan Sungai Paku juga menyimpan kekayaan alam berupa ikan air tawar dengan berbagai jenis. Masyarakat juga telah mengembangkan budidaya ikan melalui keramba.

Bendungan ini sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak 3,5 kilometer dari pinggir Jalan Nasional Pekanbaru-Telukkuantan.(NSA)