serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Waspada Banjir, Juprison dan Warga Pangean Siaga Hingga Dini Hari

Juprison Basri, tokoh muda pangean, bersama warga siaga banjir di pangean, Senin dini hari (5/11/2018). Warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap banjir susulan. (Foto: Ist)

Juprison Basri, tokoh muda pangean, bersama warga siaga banjir di pangean, Senin dini hari (5/11/2018). Warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap banjir susulan. (Foto: Ist)

Fitri Burhan

Senin, 05 November 2018

Pangeran - serantauriau.news  - Hujan deras di hulu Sungai Kuantan mengakibatkan volume air bertambah sejak Jumat hingga Senin (2-5/11/2018). Banjir pun terus merendam rumah-rumah warga yang ada di sepanjang daerah aliran sungai. Mulai dari Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti.

Tak hanya itu, duka mendalam akibat banjir juga dirasakan masyarakat yang bermukim di pinggir sungai. Pasalnya, ada ribuan hektar sawah yang sudah ditanami padi siap panen. Tentu kondisi ini mengakibatkan para petani gagal panen. Bahkan ada juga yang gagal tanam.

Salah seorang Tokoh Muda Kuansing asal Pangean yang berdomisili di Desa Sukaping Pangean, Juprison SSos yang rumahnya juga terendam banjir sejak Ahad hingga Senin kemarin, ikut merasakan banjir bersama ribuan warga yang ada tersebar di sepanjang aliran Sungai Kuantan. 

Karena itu, Ia turut mengingatkan sekaligus menghimbau masyarakat yang sama-sama merasakan banjir dengannya untuk tetap waspada.  Bahkan Ia bersama warga Pangean sekitarnya pun memilih siaga terhadap banjir ini hingga dini hari. 

"Banjir bisa datang tiba-tiba. Apalagi hujan masih melanda wilayah hulu Sungai Kuantan. Ini ancaman terhadap kami di wilayah hilir. Mulai dari Pangean, hingga Cerenti. Tentu kita harus terus siaga sampai dini hari," ungkap Juprison kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Dari informasi yang diperoleh Juprison, kondisi air di hulu mulai surut. Jika hujan terus melanda, banjir akan terus merendam rumah-rumah warga. Ia pun berharap banjir segera surut agar masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. Sehingga kesehatan dan ekonomi warga tidak terganggu. 

"Akses kami untuk menjangkau desa yang satu dengan desa yang lainnya terganggu. Karena air cukup tinggi. Kami harus mencari tempat yang lebih tinggi untuk bisa istrahat," jelasnya lagi.

Banjir yang sudah cukup lama merendam rumah-rumah warga dan lahan-lahan pertanian, warga pun terus bertanya soal kepeduliaan pemerintah daerah saat ini. Apalagi banjir telah membuat warga tidak bisa beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Biasanya kami yang rumah terendam dapat bantuan. Bagi sebagian orang mungkin bantuan itu tidak diperlukan. Kalau ada, ya ada. Kalau tidak ada juga tidak apa-apa. Tapi bagi sebagian yang lain, mereka butuh bantuan makan. Pakaian dan sebagainya. Sedangkan bagi yang tanaman padinya terendam, mereka perlu bantuan bibit agar bisa menyemai kembali. Kepeduliaan itu yang harus diberikan kepada kami yang terdampak banjir," jelasnya kembali.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing non aktif yang sekarang menjadi calon Anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman dan Cerenti ini meminta warga tetap waspada. Baik terhadap keselamatan dan kesehatan, maupun terhadap keamanan di rumah. "Dan kita harus tetap siaga dalam kondisi apapun," diingatkannya.(FB)