serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Bupati Hanya Meninjau, Juprison : Pemerintah Jangan Abaikan Korban Banjir

Warga terdampak banjir di bantaran Sungai Kuantan, sangat menghargai kunjungan Bupati Mursini menggunakan speedboat dan dmengharapkan Pemkab dapat membantu meringankan penderitaan mereka. (Foto: Ist)

Warga terdampak banjir di bantaran Sungai Kuantan, sangat menghargai kunjungan Bupati Mursini menggunakan speedboat dan dmengharapkan Pemkab dapat membantu meringankan penderitaan mereka. (Foto: Ist)

Fitri Burhan

Selasa, 06 November 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Sudah hampir tiga hari banjir merendam pemukiman dan area persawahan masyarakat yang ada di sepanjang bantaran Sungai Kuantan, sejak Sabtu hingga Senin (2-4/11/2018). Mulai dari Hulu Kuantan hingga Cerenti, masyarakat pun dihadapkan dengan kondisi ekonomi sulit dan ancaman kesehatan.

Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi pun langsung meninjau banjir ke wilayah terdampak, Ahad kemarin. Seperti di Benai dan Pangean. Namun hal itu menyisakan persoalan di tengah masyarakat yang dikunjunginya. Karena tidak ada buah tangan yang diberikannya kepada masyarakat korban banjir saat melakukan kunjungan saat itu.

"Harusnya kan ada yang diterima masyarakat. Terserahlah apa yang menjadi buah tangan dari bupati. Tapi itu tidak ada. Pak Bupati hanya datang meninjau. Duduk sebentar dengan sejumlah pihak. Setelah itu pergi. Tak ada bantuan sedikitpun. Padahal kami berharap sekali," ujar Iwan, warga Pauh Angit, Pangean, Senin kemarin (5/11/2018).

Sedangkan Isus, warga Pulau Kumpai Pangean menyesalkan tidak adanya bantuan banjir dari Pemkab Kuansing. "Biasanya kan ada dari Pemkab. Dinas Sosial yang nyalurkan. Tapi sekarang tidak ada. Kalaupun ada sekarang kita terima bantuan, itu tidak dari kabupaten," dikesalkannya juga.

Menanggapi itu, Pemerhati Sosial, Juprison SSos mengakui, kalau banjir ini membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Tidak bisa beraktivitas apapun. Sehingga bantuan tetap diharapkan. Meski tidak serta merta harus ada ataupun tidak ada. Ia menyesalkan, Pemkab Kuansing yang mengabaikan para korban berdampak banjir.

"Memang bantuan tidak harus ada. Kalau ada masyarakat bersyukur. Kalau tidak ada, bagi masyarakat juga tidak apa-apa. Tapi yang namanya dikunjungi pejabat, tentu masyarakat berharap ada bantuan. Dan Pemkab kita harus peduli untuk itu," tukasnya.

Juprison, praktisi pers yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing non aktif ini memahami kondisi masyarakat. Pasalnya, Ia juga sebagai korban banjir. "Makanya saya mendesak agar Pemkab jangan abaikan kami," desaknya.

Ditambah lagi masyarakat yang mayoritasnya adalah petani, diakuinya, sawah yang sudah ditanami terendam. "Dan pemerintah juga harus hadir mengatasi persoalan ini. Jangan dibiarkan. Karena ini sudah tahun ketiga petani kita gagal tanam dan gagal panen," ungkap Juprison. (FB)