DPR Harus Komit Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.   ***  Lewati Proses Panjang Berliku, Akhirnya  Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru Dilantik.  ***  Tujuh Proyek Multi Years yang 2018 Batal, Jadi Kegiatan Reguler 2019. ***

 

 

Sekda Kuansing DR Dianto Mampanini ketika mendamping Bupati Mursini, menyikapi musibah banjir pada 11 kecamatan di Kuansing. (Foto: Ist)

Sekda Kuansing DR Dianto Mampanini ketika mendamping Bupati Mursini, menyikapi musibah banjir pada 11 kecamatan di Kuansing. (Foto: Ist)

Sekda Minta Maaf, Bantuan Lambat Bukan Lalai Tapi Harus Lewati Prosedur



Irwan S Benai

Kamis, 08 November 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Polemik seputar infofmasi miring di beberapa media massa terkait bencana banjir yang mendera 11 kecamatan di kabupaten Kuansing diklarifikasi oleh DR Dianto Mampanini Sekda Kuansing Provinsi Riau, Rabu (7/11/2018).

Pemerintah bukan berarti tidak tanggap menyikap peristiwa  banjir, tetapi unsur kehati-hatian dalam memberikan bantuan karena ada mekanisme yang harus dilalui dalam menghadapi bencana.

Bantuan sebenarnya sudah ada, kata Sekda, yang dilakukan oleh lembaga lembaga baik dari pemerintah maupun masyarakat, namun masih belum merata. 

Di samping bantuan itu, ASN di wilayah kecamatan  sudah diperintahkan bupati, agar di setiap kecamatan yang terdampak banjir mendirikan Posko Darurat Banjir yang bertugas memantau, mencatat, mengambil kebijakan, dan melaporkan  kepada Pemkab Kuansing untuk dapat memberi bantuan  sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang harus segera disalurkan.

Kalau malam ini data masyarakat terdampak banjir sudah siap, rencana Kamis (8/11/2018) di 11 kecamatan akan disalurkan bantuan seperti berbentuk sembako dan barang-barang lain yang sangat diperlukan masyarakat terdampak banjir. 

"Kami mohon maaf atas keterlambatan penyaluran bantuan ini. Pemerintah bukan lalai, tetapi harus ada prosedur yang harus dilalui, yang harus diketahui masyarakat," ungkap Sekda (ISB)