DPR Harus Komit Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.   ***  Lewati Proses Panjang Berliku, Akhirnya  Empat PAW Anggota DPRD Pekanbaru Dilantik.  ***  Tujuh Proyek Multi Years yang 2018 Batal, Jadi Kegiatan Reguler 2019. ***

 

 

Dengan semangat hidupnya untuk menggapai cita-cita, Bulan dikenal luas oleh orang banyak. Hingga gadis kecil yang masih sekolah dasar ini dipanggil panitia acara Asian Paragames 2018 di Jakarta.  (Foto: Dok JB)

Dengan semangat hidupnya untuk menggapai cita-cita, Bulan dikenal luas oleh orang banyak. Hingga gadis kecil yang masih sekolah dasar ini dipanggil panitia acara Asian Paragames 2018 di Jakarta.  (Foto: Dok JB)

Bocah Pendamping Jokowi Membuka Asian Paragames Jadi Duta Jumat Barokah



Fitri Burhan

Kamis, 08 November 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Bulan Karunia Rudianti, seorang gadis kecil yang dilahirkan tidak seberuntung anak lainnya. Bulan dilahirkan tanpa memiliki kedua kaki.

Namun, dengan semangat hidupnya untuk menggapai cita-cita, Bulan dikenal luas oleh orang banyak. Hingga, Sabtu (6/9/2018), gadis kecil yang masih sekolah dasar ini dipanggil panitia acara Asian Paragames 2018 di Jakarta. 

Bulan diminta bersama Presiden RI Joko Widodo. Bulan mendampingi Jokowi membuka Asian Paragames 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. 

Semenjak pembukaan acara tersebut, kini Bulan mulai dikenal orang banyak. 

Ternyata, selain bersekolah, Bulan juga ikut serta dalam kegiatan Polisi Peduli dan Berbagi untuk masyarakat kurang mampu, dengan nama Jumat Barokah Polresta Pekanbaru. 

Sosok Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi P SIK menjadi inspirasi Bulan untuk mengikuti kegiatan Jumat Barokah. 

Sosok Bulan, di mata AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK, sebagai anak yang luar biasa. Kepada awak media yang menemuinya di ruang kerja, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi P SIK, Rabu (7/11/2018) memaparkan hal itu. 

"Ananda Bulan merupakan anak yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk selalu tetap bersemangat, dalam menggapai kesuksesan. Walaupun dilahirkan tidak memiliki kedua kaki," terang Edy.

Dijelaskan Edy, dirinya mengenal Bulan berawal dari info salah satu anggota Tim Jumat Barokah. Tim menyebutkan tentang Bulan, yang mengirimkan surat kepada orang nomor satu di Indonesia, dengan meminta bantuan kursi roda.

"Tepat di hari lahir saya, Bulan juga membuat surat untuk saya bahwa Bulan ingin bertemu saya. Saya cari tahu tentang Ananda Bulan, setelah itu saya datang ke rumahnya dengan bersilaturahmi. Ternyata Bulan merupakan anak yang pintar, santun, cerdas dan saling peduli kepada kawan-kawannya serta masyarakat tidak mampu," ungkap Edy.

Penghargaan Duta Jumat Barokah kemudian diberikan kepada Bulan Karunia R. Mantan Kapolres Kampar itu menyatakan, gelar Duta Jumat Barokah diberikan kepada gadis kecil yang setiap pekannya hadir mengikuti kegiatan Jumat Barokah ini.

Edy menegaskan, penghargaan Duta Jumat Barokah buat Bulan pantas didapatkan. "Ananda Bulan adalah sang inspirasi bagi kami semua. Jadi, penghargaan itu berhak dia terima kok. Kita dari Tim Jumat Barokah bersepakat untuk memberikan gelar duta tersebut," terang perwira lulusan 1996 tersebut.

Sang inisiator Jumat Barokah, Edy Sumardi P SIK juga memberikan Bulan sebuah boneka poni berwarna merah, saat bersilaturahmi ke rumah Bulan, Sabtu (21/04/2018). Dengan diam-diam Edy mencari tahu tentang Bulan. Wakapolresta Pekanbaru kemudian membelikan boneka kesayangan gadis kecil tersebut.

"Alhamdulillah, walaupun hanya boneka ternyata Ananda Bulan menyukainya. Bulan selalu membawa boneka itu ke mana dia pergi. Dari awal mengenal Bulan hingga kini, saya pribadi sudah menganggap dia anak dan keluarga besar dari Jumat Barokah," tutup Edy yang juga mantan Kapolres Kuansing ini. (FB)