serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Bupati-Wabup Kuansing Jelaskan Masalah Pemerintahan di Depan Tokoh Adat

Bupati dan Wabup menjelaskan permasalahan bangunan tiga pilar yang terbengkalai ketika bertemu para tokoh di Ruang Multimedia, Kantor Bupati Kuansing, Jumat pagi (16/11/2018). (Foto: Hms Pemkab Kuansing)

Bupati dan Wabup menjelaskan permasalahan bangunan tiga pilar yang terbengkalai ketika bertemu para tokoh di Ruang Multimedia, Kantor Bupati Kuansing, Jumat pagi (16/11/2018). (Foto: Hms Pemkab Kuansing)

Irwan S Benai

Jumat, 16 November 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Bupati Kuansing H Mursini dan Wabup Kuansing H Halim menjelaskan berbagai permasalahan pemerintahan dan pembangunan.

Penjelasan ini disampaikan di depan tokoh adat. 

Awalnya, berbagai persoalan dipertanyakan pemuka adat serta tokoh masyarakat Kenegerian Telukkuantan. Lalu, bupati dan Wabup bertemu dengan para tokoh di Ruangan Multimedia, Kantor Bupati Kuansing, Jumat pagi (16/11/2018).

Dalam pertemuan pertama, saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, pemuka adat dan tokoh masyarakat Kenegerian Telukkuantan mempertanyakan kelanjutan pembangunan tiga pilar dan bangunan Pasar Atas yang terbengkalai. Juga berbagai persoalan lainnya.

Saat menjelaskan permasalahan tiga pilar, Bupati Mursini mengatakan, untuk pembangunan gedung UNIKS, pemerintah telah melakukan langkah-langkah beberapa alternatif pemanfaatan. Seperti hibah, pinjam pakai atau kerja sama pemanfaatan.

Untuk konsep pemanfaatan tersebut, Bupati Mursini menyatakan, pemerintah daerah masih melakukan pembahasan dengan mempertimbangkan proses pembangunan sebelumnya.

Terkait dengan pembangunan hotel,  Bupati H Mursini menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan pembayaran terhadap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pihak ketiga, berdasarkan hasil audit. Namun, kata Mursini, hasil pekerjaan itu belum memadai untuk memfungsikan bangunan hotel.

Pasar Modern, Bupati H Mursini, didampingi Wabup menerangkan, pembayaran Pasar Modern belum tuntas. Saat ini baru dalam proses pembayaran. Untuk memfungsikannya tentu perlu pula perbaikan untuk kelengkapan fasilitas. 

Sementara itu, saat menjelaskan permasalahan Pasar Atas yang terbengkalai, Bupati Mursini mengatakan pembangunan Pasar Atas adalah bentuk kerja sama masyarakat pemegang HGB dengan investor. Peran pemerintah hanya sebagai pengendali dalam penataan bangunan. Dalam perjalanan, pekerjaan investor terhenti karena alasan teknis.

Menurut Bupati Mursini, masalah menjadi semakin kompleks ketika HGB yang dipegang pemilik Ruko sudah berakhir masa berlakunya. Tambah lagi selama ini Pemerintah Kuansing melalaikan pengalihan aset dari Inhu ke Kuansing.

"Ya, masalah aset, kini pemerintah daerah tengah berupaya dan masalahnya hampir tuntas," sebut Mursini. (ISB)