serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Danau Koto Kari Nan Molek, Magnet Kuantan Tengah Menuju Destinasi Wisata dan Sentra Industri Kreatif

Pesona alam yang terpancar dari Danau Koto Kari menjadi salah satu pemicu ekonomi kreatif yang ingin diwujudkan Camat Kuantan Tengah M Refendi Zukman. (Foto: Ist/Int)

Pesona alam yang terpancar dari Danau Koto Kari menjadi salah satu pemicu ekonomi kreatif yang ingin diwujudkan Camat Kuantan Tengah M Refendi Zukman. (Foto: Ist/Int)

Irwan S Benai

Senin, 19 November 2018

Telukkuantan - serantauriau.news - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat ini telah memiliki banyak obyek wisata, baik wisata budaya/adat tradisi seperti Tradisi Pacu Jalur yang telah mendapatkan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, maupun Tradisi Manjopuik Limau Perahu Baghanduang, dan masih banyak lagi. 

Di sisi wisata alam, sangat banyak pula objek wisata yang telah dikunjungi para wisatawan seperti obyek wisata di Kuantan Mudik berupa Air Terjun Guruh Gemurai Desa Kasang atau Air Terjun Patisoni Cengar dan Danau Kebun Nopi, yakni purna arena Dayung PON Riau.

Sementara di Kecamatan Hulu Kuantan ada Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban, di Lubuk Ambacang, Ngarai Batang Ogan, Desa Sei Kelelawar, serta Pemandian Air Panas di Sungaipinang, dan masih banyak lagi.

Di wilayah Kuantan Tengah, Telukkuantan, yang menjadi pusat ibukota Kabupaten Kuansing, juga sudah mulai tumbuh dan berkembang destinasi wisatanya. Selain Pelangi Waterpark, baru-baru ini telah mulai berkembang keindahan dan kemolekan Danau Koto Kari, yang sebelumnya hanya tempat selfi para wisatawan lokal dengan adanya Jembatan Cinta.

Sehingga Camat Kuantan Tengah H Refendi M Zukman menyampaikan kepada  lserantauriau.news Senin (19/11/2018) di ruang kerjanya bahwa ke depan Danau Koto Kari diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata popular di Kuansing dan wilayah Kuantan Tengah tapi juga menjadi sentra industri atau ekonomi kreatif.

“Dengan adanya Program Inovasi Desa, ke depan, desa-desa di Kecamatan Kuantan Tengah ini diharapkan bisa menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan objek wisata ataupun industri rumahan kreatif,” pungkas Refendi.

Keinginan untuk menjadikan Danau Koto Kari Destinasi Wisata Populer di Kuansing sekaligus menjadikan sentra industri rumahan kreatif ini sangatlah mungkin dan didukung oleh masyarakat, seperti Amran (48), warga kecamatan tempatan yang mulai rutin  membawa keluarga piknik di danau ini.

Karena itu, Amran amat mendukung rencana kecamatan untuk lebih menata dan melengkapi wahana air di danau kebanggaan masyarakat Kenegerian Kari ini. 

"Jangan hanya kecamatan, Kuansing kan punya Dinas Pariwisata, mestinya juga turun tangan mempromosikan," harap Ade (32), pemuda Gunung Toar ini menimpali.. 

Camat Refendi pun amat sependapat dengan saran masyarakat itu. "Danau Koto Kari merupakan magnet baru untuk menarik wisatawan. Karena itu, penataan dan penambahan sarana prasarana ini merupakan sebuah keniscayaan," ungkap Refendi, ASN senior yang sudah berkeliling jadi camat di Kuansing ini.

Sepertinya untuk Danau Koto Kari sekarang ini, sedikitnya telah menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) yang berasal dari Rumah Pohon. “Dari Karcis masuk untuk selfi di rumah pohon, info terakhir desa telah menerima pendapatan sebesar 7 jutan” lugas Refendi.

Danau Koto Kari memang masih perlu penataan sebagai objek yang memikat dan perlu penambahan sarana serta prasarana. "Dan itu akan terus dibangun tahap per tahap," obsesi Refendi, mantan Kabag Kesra Kuansing ini.

Untuk kelancaran akses, misalnya, sekarang juga sudah mulai dibangun jalan semenisasi oleh Pemerintahan Desa Koto Kari sepanjang 250 meter. Selain itu, secara bertahap juga akan dikembangkan berbagai sarana prasarana yang menunjang ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Danau Koto Kari.

“Ada saya berwisata di daerah Ciwidey di Jawa Barat, kalau dilihat danaunya, mungkin lebih bagus Danau Koto Kari, tetapi kenapa orang banyak berkunjung ke situ? Karena ada tempat yang memanjakan wisatawan untuk berselfi ria,” senarai Referndi coba membanding, sambil memperlihatkan dokumentasi dirinya di Ciwidey kepada serantauriau.news

Camat berjenggot lebat  ini juga berharap ke depan Kuantan Tengah bisa menjadi sentra industri rumahan yang kreatif.  Sehingga perekonomian masyarakat semakin membaik. 

Gagasan Ini tidak terlepas dari pengamatan, setelah Camat Kuantan Tengah yang sering melakukan blusukan ke wilayah kerjanya. Seperti kalau di daerah Kopah itu ada perkebunan Limau Kesturi. Di Kenegrian Kari ada usaha Kerupuk Sagu.

“Dan di wilayan Teluk Kuantan sendiri, sudah banyak yang memiliki usaha kolam ikan,” tambah Refendi.

Sehingga, kalau ini semua dikelola dan membuat produk olahan dari limau kesturi seperti sabun, dan lain-lain. Kemudian Ikannya dibuat pepes/pindang ikan, kerasak dan kerupuk ikan serta kerupuk sagu juga dikemas dalam packaging yang menarik, maka tentu nilai jualnya akan lebih tinggi.

Namun itu semua memang perlu waktu, baik dari segi sumber dayanya dan perlengkapannya. “Sehingga nanti kita harapkan dari Pemerintah Daerah ataupun pihak swasta, ada yang berkenan memberi pelatihan ataupun bantuan perlengkapan bagi masyarakat kita ” akhir Refendi (ISB/Adv)