Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Kepala BPS Riau Aden Gultom berdiskusi dengan perwakilan instansi pemerintahan dan insan pers yang hadir saat rilis berita resmi statistik. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau Aden Gultom berdiskusi dengan perwakilan instansi pemerintahan dan insan pers yang hadir saat rilis berita resmi statistik. (Foto: Fitri Burhan)

Tiket Pesawat Sebabkan Inflasi Riau November Lalu



Serantau Riau

Senin, 03 Desember 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Sebagaimana perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pada November 2018 Provinsi Riau mengalami inflasi 

sebesar 0,49 persen.

"Sejumlah komoditas memberikan andil terjadinya inflasi di Riau. Antara lain angkutan udara, bawang merah, beras, tarif pulsa Ponsel, daging 

ayam ras, bayam, tarif rumah sakit, telur ayam ras, udang basah," jelas Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom, saat merilis berita resmi statistik mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Riau, Senin siang (3/12/2018).

Menurut Aden, biasanya yang paling dominan memberikan andil inflasi di Riau adalah bahan makanan, karena harganya yang mahal atau meroket. Namun kali ini justru yang dominan menyebabkan inflasi, tarif angkutan udara dan tarif pulsa Ponsel (paket internet).

"Pada November lalu memang banyak perjalanan dinas, kemudian juga adanya berbagai pihak, seperti tim sukses yang booking tiket pesawat dan membayar dengan harga fantastis. Inilah kenapa angkutan udara penyebab inflasi," sebutnya, di lantai 2 kantor BPS Riau.

Sementara itu, komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, daging sapi, minyak goreng, buah anggur, ayam hidup, cabai rawit.

Kesimpulannya, inflasi Riau November 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,82 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,79 persen, kelompok sandang sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas serta bahan bakar sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau sebesar 0,08 persen. Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen. 

Untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Riau, lanjutnya, sebesar 136,38. Inflasi Tahun Kalender (Januari - November 2018) 2,21 persen dan Inflasi Year on Year (November 2018 terhadap November 2017) 2,72 persen. 

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi. Yakni Pekanbaru 0,42 persen, Dumai 0,70 persen, sedangkan Tembilahan inflasi 0,80 persen. 

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 17 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,92 persen, diikuti oleh Bukittinggi 0,83 persen dan Tembilahan 0,80 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,08 persen. (FB)