Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Kepala BPS RI DR Suhariyanto memaparkan kunjungan Wisman ke Indonesia, lewat slide teleconference di kantor BPS Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS RI DR Suhariyanto memaparkan kunjungan Wisman ke Indonesia, lewat slide teleconference di kantor BPS Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Tiongkok Masih Terbanyak, 183.482 Orang Kembali Berdatangan ke Indonesia



Serantau Riau

Senin, 03 Desember 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Indonesia pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta kunjungan. Warga Negara Tiongkok masih terus menempati posisi teratas paling banyak berdatangan ke Indonesia. 

Sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat 183.482 kunjungan warga Tiongkok pada Oktober 2018 lalu. Jumlah tersebut dengan persentase 14,20 persen dari seluruh kunjungan Wisman ke Indonesia, Oktober lalu.

Adapun jumlah kunjungan yang didata ternyata warga asing yang datang  itu tak hanya untuk urusan melancong, tapi juga untuk urusan pekerjaan.

Kepala BPS RI DR Suhariyanto, ketika teleconference berita resmi statistik, Senin siang (3/12/2018) di kantor BPS Riau mengungkapkan, kunjungan Wisman ini masih terbanyak dari warga 5 negara. Yakni terbanyak masih dari Tiongkok berdatangan ke Indonesia.

Secara rinci, setelah Tiongkok, di posisi kedua kunjungan Wisman terbanyak, dari Malaysia sebanyak 175.226 kunjungan (13,56 persen). Di bawahnya, Wisman dari Timor Leste 144.850 (11,21 persen). Sedangkan di posisi keempat terbanyak, Wisman dari Singapura sebanyak 136.263 kunjungan (10,55 persen) dan di posisi kelima, Wisman dari Australia sebanyak 116.860 kunjungan (9,04 persen).

Dibandingkan Oktober 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Oktober 2018 naik 11,24 persen. Yakni dari 1,16 juta kunjungan pada Oktober tahun lalu, menjadi 1,29 juta kunjungan tahun ini.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2018, jumlah kunjungan Wisman pada Oktober 2018 mengalami penurunan sebesar 5,74 persen.

Secara kumulatif (Januari-Oktober 2018), lanjut Suhariyanto, jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia mencapai 13,24 juta kunjungan atau naik 11,92 persen, dibandingkan dengan jumlah kunjungan Wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 11,83 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan Wisman ini, dinilai cukup lumayan. "Namun kita masih perlu meningkatkan promosi pariwisata kita, untuk mendongkrak kunjungan Wisman ke Indonesia," ucap Suhariyanto.

Apalagi, ulas Suhariyanto, spot-spot atau objek wisata sangat banyak tersedia di Indonesia. (FB)