Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Plt Gubri Wan Thamrin Hasyim bersama Bupati Rohil Suyatno dan rombongan saat panen padi di Negeri Sejuta Kubah ini. (Foto: Ist)

Plt Gubri Wan Thamrin Hasyim bersama Bupati Rohil Suyatno dan rombongan saat panen padi di Negeri Sejuta Kubah ini. (Foto: Ist)

Bupati Suyatno Bertekad Jadikan Rohil Lumbung Padi Utama di Riau



Wildani

Senin, 10 Desember 2018

Bagansiapiapi - serantauriau.news - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) bertekad dan terus melakukan pembenahan untuk menjadi penghasil lumbung pangan utama di Provinsi Riau. Untuk mewujudkan hal itu, Rohil yang berjuluk Negeri Seribu Kubah ini terus mengembangkan areal pertanian dan menambah lahan persawahan baru terutama di kecamatan yang lahannya berpotensi dengan tanaman padi. Bupati Rohil H Suyatno Amp mengatakan kalau tanaman pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Namun demikian, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan itu tidaklah semata-mata dibebankan kepada pemerintah saja. "Melainkan semua pihak sebagimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan," ucapnya. Untuk itu bupati minta kepada masyarakat agar tidak mengalih-fungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini. "Tolong dipertahankan dan jangan dialih-fungsikan, karena hasil padi sangatlah menjajikan," pintanya. Menurut dia, saat ini sudah begitu luas lahan persawahan yang dialih-fungsikan menjadi perkebunan sawit oleh masyarakat. Padahal, pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional. Terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomi yang sampai kini belum sepenuhnya pulih. Akan tetapi, lanjut dia, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. Penyebabnya amat kompleks. Namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencarian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan. Sebagaimana diketahui bersama, Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah Provinsi Riau yang harus dipertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah. Bappeda Rohil Dukung ASN Konsumsi Beras Lokal Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini sedang menggalakkan program konsumsi beras lokal terhadap seluruh aparatur sipil negara (asn) yang ada di Rohil. "Mengenai beras lokal kita sudah support Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat agar bagaimana bulan ini juga hingga selanjutnya ada sampel untuk penggunaan beras lokal. karena kita sangat mendorong ASN khususnya di badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) untuk membeli beras tersebut," kata Kepala Bappeda Rohil Job Kurniawan AP MSi. Untuk tahap awal sebutnya akan dimulai dari Bappeda sebagai pembuka awal penerapan program yang telah lama diinginkan oleh Bupati Rohil yang sedang cuti H Suyatno. "Seperti kita di Bappeda tahap awal akan memesan 250 kilo gram, dan nanti akan kita lakukan pendataan," jelasnya. Selain itu, tambahnya, setelah mengetahui adanya penerapan konsumsi beras lokal tersebut, sudah banyak camat yang bersedia menjalankannya. "Program ini dilakukan supaya petani kita tidak lagi tergantung dari riba dan sebagainya sehingga mereka bebas jual. di mana beras jual mahal di situ pula mereka bebas menjualnya," katanya pula. Sejauh ini, terangnya, sudah ada yang menampung dan men-support beras tersebut yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rohil, Finas Koperasi dan usaha kecil menengah, serta dinas ketahanan pangan dan pertanian setempat. Sementara terkait kualitas, beras lokal tidak kalah dengan beras-beras yang datang dari luar, bahkan harganya juga terjangkau. "Untuk harga jual sementara perkilonya Rp11.000. Jadi kalau dalam bungkusan lima kilogram harganya rp55.000 perbungkus. kalau bungkusnya 10 kilogram berarti rp110.000 perbungkus," pungkas job kurniawan. Wakil bupati (wabup) Rohil, Drs H Jamiluddin melakukan panen raya padi seluas satu hektare di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu Usai melakukan panen raya, Plt serta rombongan melakukan peninjauan lahan yang nantinya akan dijadikan tanggul waduk air untuk mengatur debit air yang akan mengaliri persawahan. Selanjutnya Jamiluddin menyerahkan bantuan dari Pemprov Riau berupa satu unit mesin pompa air serta tujuh hand sprayer kepada kelompok tani setempat. "Bantuan dari Pemprov Riau terbanyak di Rohil berada di Kecamatan Kubu. Mulai dari infrastruktur jalan maupun bantuan lainnya dengan total hampir mencapai Rp60 miliar," ujar Jamiludin. Dia pun berharap, bantuan yang telah diberikan tesebut agar bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Sementara Ketua Kelompok Tani Pelita, Kecamatan Kubu Sutiswono mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Riau maupun Pemerintah Daerah setempat yang telah memberikan bantuan. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat menyejahterakan petani khususnya di Kecamatan Kubu," tuturnya. (WIL/ADV)

Ungkapan rasa senang Bupati Rohil bersama Plt Gubri usai Panen Raya. Dan Wabup pun menyerahkan bantuan Pemprov untuk kelompok tani di Kecamatan Bangko berupa satu unit mesin pompa air serta tujuh hand sprayer. (Foto: Ist)

Ungkapan rasa senang Bupati Rohil bersama Plt Gubri usai Panen Raya. Dan Wabup pun menyerahkan bantuan Pemprov untuk kelompok tani di Kecamatan Bangko berupa satu unit mesin pompa air serta tujuh hand sprayer. (Foto: Ist)