Keluarga Besar serantauriau.news mengucapkan tahniah atas pengambilan sumpah dan pelantikan H Wan Thamrin Hasyim sebagai Gubernur Riau definitif oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (10/12/2018). Semoga sukses memangku amanah masyarakat di Bumi Melayu Riau. Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. ***

 

Tidak hanya senat dan sivitas akademika Universitas Riau yang dibuat heran atas penundaan Pemilihan Rektor Unri oleh Kemenristekdikti, namun juga masyarakat Riau. (Foto: Int)

Tidak hanya senat dan sivitas akademika Universitas Riau yang dibuat heran atas penundaan Pemilihan Rektor Unri oleh Kemenristekdikti, namun juga masyarakat Riau. (Foto: Int)

Pemilihan Rektor Universitas Riau Ditunda 3 Kali, Heran dan Mencurigakan



Serantau Riau

Kamis, 29 November 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Penundaan demi penundaan yang dilakukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terhadap Pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2018-2022, sungguh mengherankan. 

Tidak hanya senat dan sivitas akademika Universitas Riau yang dibuat heran, namun juga masyarakat Riau. 

Penundaan ini sudah ketiga kalinya. Terakhir, pada Rabu (5/12/2018) lalu, yang semula sudah dijadwalkan pada hari itu pemilihan rektor, tiba-tiba Ketua Senat Universitas Riau Prof DR Adel Zamri MS DEA dikirim surat oleh Kemenristekdikti. Kementerian itu meminta agar ditunda lagi sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Senator Fakultas Teknik (FT) untuk Universitas Riau Syaiful dan rekan-rekan senator FT lainnya mengaku geleng-geleng kepala, kenapa ada lagi penundaan pemilihan rektor. Dalam pesan grup WA yang disampaikan kepada serantauriau.news, Kamis (6/12/2018), mereka membenarkan senat telah mengadakan rapat bersama atas permintaan penundaan waktu pemilihan rektor. Hingga senat Universitas Riau mempertanyakan alasan penundaan untuk dijelaskan segera oleh pihak Kemenristekdikti.

Senat Universitas Riau juga melayangkan surat meminta alasan Kemenristek tentang pembatalan pemilihan rektor. Kemudian ketiga calon rektor dalam pemilihan pun membuat surat pernyataan bersama bahwa mereka meminta diadakan Pemilihan Rektor Universitas Riau secepatnya, sebagai lampiran surat senat ke kementerian.

Selain itu, Senat Universitas Riau akan membuat surat resmi kepada kementerian agar pemilihan rektor dijadwalkan ulang selambat-lambatnya seminggu dari pelaksanaan rapat senat, pada Rabu (5/12/2018).

Penundaan pemilihan rektor disayangkan, karena jika tak kunjung ada rektor, berbagai persoalan akan terjadi berdampak pada mahasiswa. Seperti, tidak ada yang menandatangani ijazah mahasiswa, mengingat beberapa waktu mendatang pelaksanaan wisuda akan berlangsung.

Salah seorang warga Riau yang juga alumni Universitas Riau, Pipin juga mengaku heran sekaligus curiga, mengapa mesti ada penundaan pemilihan rektor befulang-ulanh. Apalagi sudah tiga kali penundaan. Kecurigaan berlatarkan, jangan-jangan ada alasan politis di sebalik itu. 

"Jangan-jangan ada apa-apanya lagi, hingga ada penundaan pemilihan rektor beberapa kali. Kita minta pihak Kemenristekdikti menjelaskan secara rinci apa alasan penundaan itu," pintanya. (FB)