Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Menag RI MoU Haji Dengan Menteri Arab Saudi

Menag yang membahas dan menandatangani MoU penyelenggaraan haji bersama Menteri Haji Saudi ini, membahas berbagai persoalan berkaitan penyelenggaraan haji. (Foto: Hms Kemenag)

Menag yang membahas dan menandatangani MoU penyelenggaraan haji bersama Menteri Haji Saudi ini, membahas berbagai persoalan berkaitan penyelenggaraan haji. (Foto: Hms Kemenag)

M Iqbal Fikri

Senin, 10 Desember 2018

Jeddah - serantauriau.news - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin ke Arab Saudi untuk membahas dan menandatangani MoU penyelenggaraan haji bersama Menteri Haji Saudi, Senin (10/12/2018).

Menteri mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Ahad (9/12/2018) pukul 23.10 waktu setempat. Tengah malam itu juga, Menag langsung memimpin rapat beserta jajarannya di Wisma Haji Indonesia, Jeddah.

Sebagaimana informasi dari Humas Kemenag RI yang disampaikan kepada serantauriau.news, rapat diikuti Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Sekretaris Ditjen PHU Ramadhan Harisman, Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir serta Staf Teknis Haji (STH) I Endang Jumali.

Menag yang membahas dan menandatangani MoU penyelenggaraan haji bersama Menteri Haji Saudi ini, membahas berbagai persoalan berkaitan penyelenggaraan haji.

Dikatakan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, MoU dengan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi harus memuat sejumlah hal. "Kita ingin agar dapat meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia," harap menteri, Senin (10/12/2018).

Dua hal yang menjadi sorotan pokok Menag dan dibahas dalam rapat, sebelum MoU ditandatangani bersama pihak Arab Saudi, antara lain layanan fast track (jalur cepat) untuk seluruh embarkasi serta penomoran tenda jemaah haji Indonesia di Arafah-Mina.

Sebenarnya, pada musim haji 1439 H/2018 M, fast track sudah diberlakukan bagi 70.000 jemaah haji Indonesia yang berangkat melalui Bandara Seokarno-Hatta atau Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) dan Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS). Namun untuk berikutnya, Menag minta diperluas penerapannya di 13 embarkasi di seluruh Indonesia. Apalagi kebijakan fast track dirasa sangat membantu dan mengurangi tingkat kelelahan jemaah haji Indonesia.

"Khususnya ketika proses antrian imigrasi di bandara Jedah maupun Madinah," terang Menag.

Untuk terobosan kedua adalah penomoran tenda di Arafah dan Mina, sesuai nomor kloter jemaah. Untuk haji tahun ini, Menag ingin memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan tenda sesuai dengan kloter masing-masing.

Kedatangan Menag RI ke Arab Saudi, selain bertemu Menteri Haji Saudi, juga dijadwalkan meninjau Kantor Urusan Haji (KUH) yang baru di Jeddah. Hingga Rabu (12/11/2018), Menag RI dijadwalkan kembali ke tanah air. (MIF)