serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Warga Desa Rawang Bonto Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak

Jalan rusak parah antar desa di Kecamatan Kuantan Hilir dan LTD tidak mendapat perhatian Pemkab maupun Perusahaan RAPP, hingga mantan Lurah Pasar Baru Baserah M Yusjf menyumbang pasir dan batu, masyarakat pun bergotong-royong. (Foto: Andri Satria)

Jalan rusak parah antar desa di Kecamatan Kuantan Hilir dan LTD tidak mendapat perhatian Pemkab maupun Perusahaan RAPP, hingga mantan Lurah Pasar Baru Baserah M Yusjf menyumbang pasir dan batu, masyarakat pun bergotong-royong. (Foto: Andri Satria)

Andri Satria

Rabu, 19 Desember 2018

Baserah - serantauriau.news - Curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan kerusakan jalan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Akibat jalan rusak, perekonomian lumpuh dan akses menuju pusat kota Taluk Kuantan terganggu. 

Diawali dari Desa Rawang Bonto Kecamatan Kuantan Hilir, Desa Dusun Tuo, Desa Teratak Baru dan Desa Sikijang, Desa Lubuk Kebun Kecamatan Logas Tanah Darat. Jalan desa-desa ini rusak parah. 

Paling parah jalan Desa Sikijang. Bahkan mobil-mobil pun terpuruk di jalan rusak. 

Awalnya sudah dilayangkan proposal bantuan kepada RAPP melalui kepala desa, langsung ke perusahaan. Tetapi tak digubris hingga kini. Sudah sebulan lebih menunggu tak kunjung datang bantuan perbaikan jalan.

Akhirnya masyarakat berinisiatif memperbaiki jalan yang menghubungkan 3 desa ke ibukota Kecamatan Kuantan Hilir.

"Jalan ini jalan yang menghubungkan desa-desa dan kendaraan PT RAPP yang banyak melewati jalan," sebut Amis, warga Desa Rawang Bonto, Selasa (18/12/2018).

"Ini kami lakukan dengan gotong royong berkat bantuan pasir dan batu dari Bapak M Yusuf, mantan lurah serta tokoh masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, M Yusuf selaku tokoh masyarakat menyatakan, sudah menjadi tanggung jawab bersama saling bantu dan bergotong royong untuk kelancaran aktivitas warga.

"Karena selain sebagai akses ekonomi warga, jalan tersebut juga akses pendidikan ke SMK Kuantan Hilir, kita tak mau anak-anak beralasan tidak masuk sekolah sebab jalan rusak," tegas Yusuf. (ANS)