Salam Tahniah Hari Guru kepada para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sesungguhnya jasa guru tak berbilang karena tak memang tak terbilang. Tanpamu aku bukan siapa-siapa. ***

Protes Tabalkan Gelar Adat ke Jokowi, Syarwan Kembalikan Gelar Adat Miliknya ke LAM Riau

Namun yang menerima pengembalian gelar adat bukan pucuk pimpinan LAMR. Bukan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Al azhar atau Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Syahril Abu Bakar. (Foto: Ist)

Namun yang menerima pengembalian gelar adat bukan pucuk pimpinan LAMR. Bukan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Al azhar atau Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Syahril Abu Bakar. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Rabu, 19 Desember 2018

Pekanbaru - serantauriau.news - Protes tanda ketidaksetujuan pemberian gelar adat untuk Presiden Joko Widodo, Letjen (Pur) TNI Syarwan Hamid, tokoh Riau mengembalikan gelar adat yang pernah diterimanya dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Dikawal ratusan orang dari Laskar Melayu Bersatu, Front Pembela Islam (FPI) dan pendukungnya, Syarwan mendatangi Balai Adat Riau, Rabu pagi (19/12/2018). 

Syarwan Hamid pernah mendapat gelar adat Datuk Seri Lela Setia Negara dari LAM Riau. Saat penabalan gelar adat itu, Syarwan masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Kabinet Presiden Prof DR BJ Habibie. 

Namun yang menerima pengembalian gelar adat bukan pucuk pimpinan LAMR. Bukan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Al Azhar atau Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Syahril Abu Bakar. 

Pengembalian gelar adat Syarwan Hamid hanya diterima dua orang pengurus LAMR, perwakilan Al Azhar dari kepengurusan Majelis Kerapatan Adat dan pengurus di Dewan Pimpinan Harian LAMR. Kedua orang yang nenerima Syarwan tidak pula berpakaian adat Melayu. Hingga membuat Syarwan tersinggung.

"Seperti tidak ada etika saja tidak pakai baju adat Melayu, sedangkan saya memakai busana Melayu lengkap," sesal Syarwan.

Adapun pengembalian gelar adat Syarwan Hamid melalui upacara adat, dipimpin Syafruddin Saan.

Ditegaskan Syarwan, pengembalian gelar adat yang diberikan kepadanya, sebagai bentuk protes atas pemberian gelar adat oleh LAMR kepada Jokowi. Dengan pengembalian gelar adat, diharapkan dapat membuka mata publik. "Saya dengan ikhlas mengembalikan gelar adat yang pernah diberikan LAMR," ucap Syarwan.

Syarwan menambahkan, ketidaksetujuannya atas pemberian gelar adat pada Jokowi, disebabkan alasan pemberian gelar adat seperti dicari-cari dan tidak logis. Syarwan pula menilai era pemerintahan Jokowi justru menggadai atau membahayakan masa depan bangsa sendiri. Dengan kebijakan pro Cina serta melakukan pembiaran atas tumbuhkembang aktivitas komunis di Indonesia.

Gelar adat pada Jokowi yang ditabalkan di tahun politik menjelang Pemilu Presiden 2019, tentunya bernuansa "kepentingan", yang tercium oleh masyarakat Riau. Banyak masyarakat Riau mempertanyakan kenapa Jokowi perlu diberikan gelar adat Riau. Hingga akhirnya tanda protes dilayangkan Syarwan lewat pengembalian gelar adat dirinya pada pemberi gelar adat. (FB)